Menu
Precision, Actual & Factual

Nanang Ermanto Duduk Jadi Saksi untuk Korupsi 2 Terdakwa Eks Kadis PU-PR Lampung Selatan

  • Bagikan
Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto duduk sebagai saksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada Rabu, 24 Maret 2021. Kader dari PDI-Perjuangan ini diperiksa sebagai Saksi untuk perkara dua orang Terdakwa mantan Kadis PU-PR Lampung Selatan yang didakwa KPK sebagai Pemberi suap kepada eks Bupati Lampung Selatan terdahulu, Zainudin Hasan. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.COBupati Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto didudukkan di hadapan Majelis Hakim oleh Jaksa sebagai penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang pada Rabu, 24 Maret 2021.

Nanang Ermanto kader PDI-Perjuangan yang baru dilantik menjadi Bupati Lamsel baru-baru ini dihadirkan dan diperiksa sebagai Saksi atas kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan.

Diketahui, Nanang Ermanto disebut-sebut telah mendapat paket proyek senilai Rp 10 miliar. Awalnya, paket proyek kepada Nanang Ermanto ialah senilai Rp 15 miliar.

Hingga kabar ini dipublikasikan, proses persidangan masih berjalan dengan agenda pembacaan identitas Saksi dan berlanjut disumpah. Nanang Ermanto diperiksa bersama 4 orang lainnya.

Proses persidangan kasus korupsi yang dihadiri Nanang Ermanto ini berkaitan dengan dua orang Terdakwa; Hermansyah Hamidi dan Syahroni. Keduanya adalah mantan Kadis PU-PR Lamsel pada masanya.

Hermansyah Hamidi dan Syahroni didakwa JPU KPK telah mengumpulkan komitmen fee proyek mencapai Rp 54 miliar, untuk mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan mulai 2016 hingga 2017.

Taufiq Ibnugroho, mengatakan, sejumlah uang itu dikumpulkan dari beberapa rekanan. Tujuannya, untuk menerima kegiatan proyek di Dinas PUPR pada periode tahun tersebut. dengan tahun anggaran 2017.

“Patut diduga bahwa hadiah atau janji menggerakkan jabatan, melalui rekan Agus Bhakti Nugroho, Syahroni, Desy Elamasari dan Adi Supriadi. Total keseluruhan Rp54.792.792.145,” ungkap Taufiq.

Taufiq Ibnugroho juga menjelaskan, Dinas PUPR Lampung Selatan pada periode tahun tersebut menerima fee proyek Rp 49.742.792.145.

Sebelumnya, Terdakwa Hermansyah Hamidi menerima dan mengantongi uang fee proyek mencapai Rp5.050.000.000 di tahun yang sama. Rinciannya, fee itu dikumpulkan dari tangan Syahroni Rp 4 miliar, Desy Elmasari Rp 700 juta, dan Adi Supriyadi Rp 300 juta.

“Sedangkan di akhir tahun 2016, Terdakwa (Hermansyah) kembali menerima uang fee proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan lewat Syahroni sebesar Rp 50 juta dan Rp 49.742.792.145 diserahkan kepada Zainudin Hasan lewat Agus Bhakti Nugroho,” jelas Taufiq.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan