Kirka – Ambisi Kabupaten Lampung Tengah untuk memperbaiki peringkat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Lampung 2026 tampaknya bakal menemui jalan terjal.
Pasalnya, pekerjaan rumah mendasar justru ditemukan saat tim verifikasi turun ke lapangan.
Bukan soal strategi pertandingan, melainkan carut-marut administrasi dan minimnya fasilitas yang masih menghantui puluhan Cabang Olahraga (Cabor) di Bumi Beguai Jejamo Wawai ini.
Fakta tersebut terkuak tatkala Tim 3 Verifikasi KONI Provinsi Lampung menyambangi markas KONI Lampung Tengah di kawasan Lapangan Prosida, Bandarjaya, Kamis, 26 Februari 2026.
Dari 26 Cabor yang disisir kelayakannya, tim mendapati pola masalah yang klasik namun fatal, masa bakti kepengurusan yang sudah kedaluwarsa, hingga Cabor yang statusnya numpang nama karena tak memiliki sekretariat maupun lokasi latihan.
Ketua Tim 3 Verifikasi, Riagus Ria, tak menampik adanya temuan tersebut.
Menurut Wakil Ketua Umum II KONI Lampung ini, kondisi di Lampung Tengah merefleksikan penyakit lama yang juga menjangkiti kabupaten lain.
“Benang kusutnya masih sama dengan kabupaten sebelumnya. Masalah utamanya ada di masa kepengurusan Cabor yang sudah habis atau akan habis tahun ini. Jelas ini ganjalan serius,” ungkap Riagus.
Lebih jauh, Riagus menyoroti ketidaksiapan infrastruktur penunjang.
Ia menyayangkan adanya Cabor yang ingin berlaga di pesta olahraga terbesar se-Lampung, namun modal sarana dasarnya nihil.
“Kendalanya bukan cuma administrasi. Kita temukan ada Cabor yang sekretariatnya tidak jelas, tempat latihan pun tidak ada.
“Bagaimana mau mencetak prestasi kalau sarana utamanya saja absen,” sentilnya.
Maraton Verifikasi
Sekadar diketahui, kunjungan ke Lampung Tengah ini merupakan rangkaian maraton Tim 3 dalam memvalidasi peserta Porprov yang dijadwalkan bergulir akhir tahun 2026.
Sebelum menguliti masalah di Lamteng, tim asuhan Riagus telah merampungkan tugas serupa di Mesuji, Tulangbawang, dan Tulangbawang Barat.
“Tugas kami di Tim 3 tinggal menyisakan Lampung Timur. Polanya akan tetap sama, verifikasi faktual secara ketat,” tambahnya.
Di sisi lain, pergerakan masif juga dilakukan tim verifikasi di zona berbeda.
Tim 1 yang dikomandoi Margono Tarmudji (Waka I) hari ini menyisir wilayah KONI Kota Metro sebelum bergeser ke Bandarlampung.
Sementara itu, Tim 2 bergerak di wilayah barat, membedah kesiapan KONI Lampung Barat hingga Pesisir Barat.
Langkah jemput bola ini dilakukan KONI Lampung untuk memastikan bahwa Porprov 2026 tidak hanya sekadar rutinitas, melainkan ajang kompetisi yang diikuti oleh organisasi Cabor yang sehat secara hukum dan fasilitas.






