KIRKA – Menteri Perhubungan lapor ke Presiden soal Pelabuhan Panjang. Laporan yang disampaikan Budi Karya Sumadi ke Joko Widodo adalah prospek Pelabuhan Panjang ke depan.
Baca Juga : Kepala KSOP Panjang Ajak Jurnalis Sebarkan Berita Positif Jalur Alternatif
Menurut Budi Karya Sumadi, Pelabuhan Panjang yang telah ditetapkan sebagai jalur alternatif untuk penyeberangan pemudik di masa-masa arus balik lebaran 2022 adalah bentuk kepedulian pemerintah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Karenanya, kata Budi, Pelabuhan Panjang selanjutnya akan dicoba lagi untuk ditetapkan sebagai tempat penyeberangan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa selain harus melalui Pelabuhan Bakauheni.
Budi mengaku melakukan dialog dengan Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno mengenai perkembangan, serta perkiraan keadaan selama masyarakat atau pemudik menikmati penyeberangan selama arus balik melalui Pelabuhan Panjang.
”Saya juga sudah mendengar cerita dari pak Kapolda bahwa pemudik itu, mereka happy. Insya Allah ini akan menjadi format, tiap tahun akan kita laksanakan hal serupa. Dan juga, Pelabuhan Panjang ini juga sangat strategis untuk logistik. Saya juga sudah laporkan ke pak Presiden, kita akan buat Pelabuhan Panjang ini menjadi pelabuhan logistik untuk penyeberangan dari Lampung menuju Banten,” kata Budi.
Baca Juga : Arus Balik Lebaran Pemudik Diimbau Pulang ke Jawa pada 9 Mei 2022
Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno menuturkan kalau dirinya mendapat testimoni dari pemudik bahwa keberadaan Pelabuhan Panjang yang menjadi jalur alternatif arus balik ini membawa dampak positif.
”Testimoni yang saya dapat, penumpang sangat senang dengan adanya pelabuhan alternatif ini. Ke depan disiapkan kembali dengan penataan yang lebih bagus,” kata lulusan Akpol 1988 yang berpengalaman dalam bidang lantas ini.






