Menu
Precision, Actual & Factual

Leonardo Adiguna : Kejari Tulangbawang Belum Tahan Tersangka NS Bedasarkan Pasal 21 Ayat 1 KUHAP

  • Bagikan
Kasi Intel Kejari Tulangbawang Leonardo Adiguna. Foto Dok Pribadi Leonardo Adiguna

KIRKA.CO – Terkait protes yang dilayangkan oleh DPC LSM Pematank Tulangbawang, tentang tidak ditahannya Tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di lingkungan Dinas Pendidikan Tulangbawang berinisial NS, ditanggapi oleh pihak Kejari Tulangbawang melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Leonardo Adiguna.

Kepada pewarta Kirka.co saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Kasi Intel Kejari Tulangbawang memaparkan bahwa dalam hal ini tim penyidik dari Kejari Tulangbawang menilai Tersangka belum perlu ditahan, Penyidik masih percaya yang bersangkutan tidak akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana.

“Dalam hal tersebut Penyidik menilai Tersangka tidak akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana maka si Tersangka belum perlu ditahan, jadi sampai saat ini Penyidik masih merasakan belum perlu dilakukan penahanan,” papar Leo (21/03).

Leonardo pun menambahkan jika terkait penahanan bisa kita lihat seluruhnya telah diatur di dalam Undang-Undang, dimana juga terdapat di dalam Pasal 21 Ayat (1) KUHAP yang menyatakan tentang aturan syarat perintah penahanan terhadap seorang Tersangka atau Terdakwa secara subyektif.

“Jika kita melihat di Pasal 21 Ayat (1) KUHAP disitu telah menyatakan, perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang Tersangka atau Terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa Tersangka atau Terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana,” ujarnya.

“Syarat penahanan dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP tersebut dikenal dengan syarat penahanan Subjektif, artinya Terdakwa bisa ditahan apabila Penyidik menilai atau khawatir Tersangka atau Terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana,” sambungnya.

Dalam wawancara ini pun ia turut menambahkan sebuah catatan, secara tegas ia meyakinkan jika nantinya terjadi perbuatan dari Tersangka NS yang dapat membuat Penyidik berpikir untuk menahannya, maka Penyidik Kejari Tulangbawang tidak akan segan untuk segera melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

“Namun perlu digaris bawahi ya, jika nanti kedepannya dirasakan perlu untuk segera ditahan, ya akan segera kita tahan,” tegasnya.

Sebelum diketahui pada Rabu (20/01), Kejari Tulangbawang telah melayangkan Surat Pemberitahuan penyidikan dan penetapan Tersangka NS, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Dimana Surat Nomor B134/L8.18/Fd.1/01/2021 bersifat BIASA tersebut ditandatangani oleh Kepala Kejari Tulangbawang Dyah Ambarwati, dengan isi surat Pemberitahuan Penyidikan Perkara dugaan Tipikor DAK Fisik Prasarana pada Disdik Tulangbawang Tahun Anggaran 2019, berupa pungutan terhadap sekolah baik SD, SMP, LPSKB, dan PAUD penerima DAK, dengan Tersangka NS.

Dan hal tersebut yang menjadi pertanyaan dari DPC LSM Pematank Tulangbawang mengapa sampai saat ini seorang yang telah dinyatakan bersalah melakukan kejahatan terhadap Keuangan Negara belum juga ditahan oleh pihak Kejari Tulangbawang.

Eka Putra

Catatan : Produk Jurnalistik ini adalah tanggapan dari Kejari Tulangbawang atas berita :  https://kirka.co/lsm-pematank-geram-karenatersangka-dugaan-korupsi-disdik-tuba-belum-ditahan/

  • Bagikan