LBH Bandarlampung Minta Konflik Lahan PT SIL Vs Warga Diusut Tuntas

LBH Bandarlampung Minta Konflik Lahan PT SIL Vs Warga Diusut Tuntas
Suasana pasca bentrok Warga Vs Oknum PT SIL. Foto: Istimewa

KIRKALBH Bandarlampung minta konflik lahan PT SIL Vs Warga diusut tuntas. Yang diduga berujung pada tindak kekerasan terhadap masyarakat penggarap di Kampung Bakung Ilir, Tulangbawang Barat.

Baca Juga: Sebut PHK Sepihak, 17 Buruh Perempuan Gugat PT PSI

Kepala Divisi Advokasi Lembaga Bantuan Hukum Bandarlampung, Prabowo Pamungkas menyebut pihaknya sangat mengecam adanya penyerangan terhadap warga, yang diduga dilakukan oleh oknum Pengamanan dan Oknum Pam Swakarsa PT Sweet Indo Lampung.

Peristiwa itu disinyalir dilandasi oleh konflik lahan yang terjadi di wilayah tersebut, antar pihak Perusahaan dan Masyarakat penggarap Kampung Bakung Ilir. Maka LBH mendorong adanya tindakan dari Pemerintah Daerah dan Kepolisian.

“Berdasarkan informasi yang diterima, kasus ini bermula saat masyarakat penggarap lahan yang memiliki dasar kepemilikan sejak 2003, saat itu sedang bercocok tanam di lahan tersebut. Mereka kemudian didatangi oleh ratusan Satpam dan Pam Swakarsa dari PT SIL, yang berupaya mengusir paksa dengan melakukan penyerangan fisik,” ucap Bowo dalam rilisnya.

Dari insiden pada Rabu 8 November 2023 tersebut, LBH menyebut sebanyak 3 warga mengalami luka serius, serta seorang lagi mengalami sobek pada bagian hidung. Selain itu, masyarakat penggarap itu juga mengaku, mendapat ancaman di peristiwa itu.

“Kami melihat, bahwa kasus ini, salah satu kasus yang akar persoalannya konflik agraria, dengan pola yang sama seperti kasus-kasus sengketa tanah di berbagai tempat lainnya di Provinsi Lampung,” lanjut Bowo.

Dalam siaran persnya, Lembaga Bantuan Hukum Bandarlampung juga turut menyinggung soal konflik agraria yang sebelumnya pernah terjadi di Bumi Ruwa Jurai.

Dimana dari pertikaian antara Masyarakat Anak Tuha Lampung Tengah dengan PT Bumi Sentosa Abadi tersebut, sebanyak 7 orang diamankan oleh pihak Kepolisian Daerah Lampung, seluruhnya merupakan masyarakat kampung setempat.