Menu
Precision, Actual & Factual

Gara-Gara Uang Rokok, Oknum Pendamping Desa Di Way Kanan Bantu Kakam Korupsi Dana Desa

  • Bagikan
Gedung Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, Tempat Disidangkannya Perkara Korupsi Dana Desa Atas Nama Kasdilah. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Hanya gara-gara tergiur diupah uang rokok, seorang oknum Pendamping Lokal Desa di Kampung Menanga Jaya, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, harus diadili lantaran terlibat dalam perbuatan Korupsi yang dilakukan oleh Kepala Kampung terhadap Anggaran Dana Desa tahun Anggaran 2016, atas perbuatannya tersebut ia pun dihukum penjara selama dua tahun.

Kasdilah kembali menjalani persidangannya dengan agenda pembacaan vonis dari Majelis Hakim, yang digelar pada Senin pagi 31 Mei 2021 di gedung Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, yang gelaran sidangnya dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Siti Insirah.

Dalam perkara Tindak Pidana Korupsi terhadap Anggaran Dana Desa yang diterima oleh Kampung Menanga Jaya, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan tahun anggaran 2016 ini, Kasdilah dianggap terbukti bersalah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999.

Yang dirubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan vonis hukuman penjara selama dua tahun dan denda sebanyak Rp50 juta.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Kasdilah dengan pidana penjara selama dua tahun, dan membayar denda sejumlah lima puluh juta rupiah, dengan subsidair denda yaitu penjara selama tiga bulan,” ungkap Siti Insirah dalam pembacaan putusannya.

Dalam perbuatannya, Kasdilah yang berstatus sebagai Pendamping Lokal Desa, didakwa telah bekerjasama dengan Wahid Maulana yang diketahui berstatus sebagai Kepala Kampung dan telah mendapatkan vonis penjara dari Majelis Hakim pada gelaran sidang sebelumnya.

Ia membantu Wahid Maulana dengan peranan membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung, serta membuat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung yang diketahui tugas tersebut di luar dari wewenang Pendamping Lokal Desa.

Kasdilah pun bersedia turut membantu Wahid membuatkan Surat Pertanggung Jawaban serta Laporan Pertanggung Jawaban Anggaran Dana Desa, dengan hanya dijanjikan upah sejumlah uang rokok dan uang lelah, meskipun berkas pertanggungjawaban tersebut diketahuinya tidak sesuai dengan realisasi di Kampung yang ia dampingi.

  • Bagikan