KIRKA – Keramat minta Kejati usut anggaran Setwan Lampung Tengah Tahun Anggaran 2021-2022, yang dituding terdapat KKN dalam pengelolaannya.
Baca Juga: Pematank Dukung Kejati Hentikan Sementara Penanganan Kasus DPRD Tanggamus
Hal itu disampaikan dalam orasi Aliansi Keramat, pada aksi unjuk rasanya yang dilaksanakan di depan gerbang kantor Kejaksaan Tinggi Lampung, Kamis pagi 26 Oktober 2023.
Dimana kali ini, Aliansi Keramat menyuarakan aspirasinya, terkait pengelolaan anggaran di beberapa kegiatan, pada lingkup Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Tengah.
Dari kegiatan belanja pemeliharaan bangunan gedung, hingga pada kegiatan yang berkaitan dengan alat kelistrikan, serta pada belanja makan dan minum.
“Terdapat dugan kuat, seperti kegiatan pengadaan alat listrik di 2021 berlanjut ke 2022 yang mencapai ratusan juta, terindikasi ada kesengajaan untuk memecah-mecah kegiatannya, agar menghindari proses lelang. Dan memudahkan pelaksanaan penunjukan langsung kepada beberapa pihak pelaksana,” ucap Koordinator aksi, Sando.
Baca Juga: Pemeriksaan Saksi di Korupsi Perjas DPRD Tanggamus Dihentikan Sementara
Aliansi Keramat mengklaim, bahwa apa yang mereka tuntut kali ini telah berdasarkan hasil pantauan tim investigasi mereka yang ada di lapangan.
Dimana pada akhirnya, muncul kesimpulan adanya dugaan praktik KKN serta indikasi tindak pidana gratifikasi dalam pengelolaan kegiatan tersebut.
“Kami mendesak Aparat Penegak Hukum untuk segera membentuk Tim Khusus, agar dapat turun langsung melakukan penyelidikan terkait anggaran itu. Kami juga meminta adanya penindakan tegas terhadap para oknum yang diduga terlibat. Kami juga meminta kepada masyarakat agar dapat melakukan pengawasan terhadap penegakan hukum terkait permasalahan ini,” tandasnya.






