Menu
Precision, Actual & Factual

Kejaksaan Kesulitan Dalami Dugaan Pemerasan Pada Inspektorat Lampung Selatan

  • Bagikan
Kirka.co
Gedung Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung. Foto Eka Putra

KIRKA – Kejaksaan Tinggi Lampung masih kesulitan dalam menangani kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum pejabat Inspektorat Lampung Selatan terkait Dana Desa, yang di 2020 lalu sempat dilaksanakan penggeledahan hingga penyitaan ponsel oleh tim Pidsus Kejati Lampung.

Hambatan tersebut diakui sendiri oleh pihak Kejaksaan Tinggi Lampung yang disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung, Andrie W. Setiawan, dalam sesi tanya jawabnya kepada awak media dalam Zoom Meetings pada Jumat sore 16 Juli 2021.

“Terkait OTT Inspektorat Lampung Selatan, Kami masih kesulitan sampai saat ini karena ini perkaranya semi OTT, maksudnya peristiwa serah terimanya sudah lewat, informasi ke Kejati Lampung ketinggalan, sekarang Kejati kesulitan untuk menggali kapan sebenarnya waktu terjadinya penyerahan uang,” ungkap Andrie.

Ia pun menjelaskan, bahwa sampai saat ini bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung sendiri masih terus memeriksa beberapa saksi, namun belum ada yang dapat merinci waktu dan kepastian penerimaan uang yang dianggap sebuah tindakan pemerasan tersebut.

“Sampai saat ini kapan waktu dan diterima atau tidaknya masih dikroscek terlebih dahulu, karena dari handphone dan saksi-saksi yang diperiksa juga belum bisa memberikan keterangan pasti kapan penyerahan uang itu,” jelas dia.

Diketahui pada November 2020 lalu, tim Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan penggeledahan kantor Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, serta menyita beberapa dokumen serta ponsel oknum yang bersangkutan.

Tindakan yang dikatakan sebagai semi OTT tersebut, terkait adanya dugaan pemerasan dan penerimaan hadiah oleh oknum Pejabat Struktural Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan yang berhubungan dengan Dana Desa.

  • Bagikan