Menu
Precision, Actual & Factual

Gubernur Lampung Terkesan Tidak Serius Urus Covid 19

  • Bagikan
Pengamat Hukum UNILA Dr. Yusdianto. Foto Dok Pribadi

KIRKA – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terkesan tidak serius dalam menangani persoalan Covid-19 di Bumi Ruwa Jurai.

Ketidakseriusan ini, menunjukan kegagalan dari Arinal Djunaidi sebagai Gubernur Lampung selaku wakil dari pemerintah pusat di daerah.

Hal ini mengingat, Lampung kembali menempati posisi tiga besar dengan angka kematian tertinggi mencapai 4,6 persen berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada Jumat 16 Juli 2021 kemarin.

“Waduh, ini bertanda ada yang tidak serius dilakukan oleh Gubernur,” kata Akademisi Unila, Yusdianto, Senin 19 Juli 2021.

Oleh karena itu, semestinya Gubernur Lampung melakukan langkah-langkah taktis dan strategis terkait vaksinasi dengan menjemput bola dari pemerintah pusat ke Lampung.

“Bahwa ini kegagalan Pemda dalam hal jemput bola terkait dengan vaksin ke pemerintah pusat. Ini menunjukan  bargaining power pemerintah Lampung terhadap pemerintah pusat berjalan cukup lemah,” ucap dia.

“Sehingga capaian atau distribusi vaksin cukup rendah ataupun terbawah di Indonesia,” ucap dia.

Selain itu, hal ini juga menunjukan bahwa bentuk koordinasi antara pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota cukup lemah.

“Ini semacam pembiaran atau tindakan sendiri-sendiri tanpa ada koordinasi yang tegas dan jelas terkait tata laksana vaksinasi ini,” ucap dia.

“Ini terlihat capaian vaksin menjadi cukup lemah. Ini menunjukan ketidaksiapan dalam menghadapi lonjakan Covid-19,” jelas dia.

Di lain sisi, ia mempertanyakan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang cukup besar untuk Covid-19.

Karena belum menghasilkan dampak yang signifikan. “Ini yang perlu menjadi pertanyaan dengan alokasi anggaran itu, kok iya tidak ada hasilnya dari jangkauan anggaran tersebut,” sindir dia.

Untuk diketahui, Sebelumnya, situs Kementerian
Kesehatan, pencapaian vaksinasi Lampung per 13 Juli 2021 pukul 12.00 WIB untuk vaksinasi dosis 1 sebanyak 530.025 orang atau 45,56 persen.

Sedangkan pencapaian vaksinasi dosis 2 baru sebanyak 238.693 orang atau 20,52 persen.

Pencapaian itu menempatkan Lampung pada urutan ketiga dari bawah setelah Maluku Utara dan Sumatra Barat untuk dosis 1, dan urutan ketiga dari bawah setelah Aceh dan Sumatra Barat untuk dosis 2.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan vaksinasi Covid-19 di Lampung tersendat.

Fahrizal menyebut situasi ini terjadi karena stok vaksin di Lampung kurang 12 juta lebih dosis vaksin.

Fahrizal menyebut, pihaknya bisa saja mempercepat laju vaksinasi di Lampung jika stok vaksin tercukupi.

“Kita masih kekurangan vaksin 12 juta dosis lebih. Ini bisa lakukan sebenarnya upaya maraton untuk mempercepat tapi persoalannya adalah jumlah dosis yang masih kita terima ini masih terbatas,” ujar Fahrizal dalam diskusi daring, Selasa 13 Juli 2021.

  • Bagikan