Menu
Precision, Actual & Factual

Fenomena Aksi Mundur dari Jabatan Anak Buah Arinal Djunaidi

  • Bagikan
Harry Joko, Lukman, Edi Yanto dan Ilustrasi Kadis berikutnya. Foto Istimewa

KIRKA.COAkademisi Kebijakan publik Unila Dedi Hermawan mulai menyoroti fenomena mundurnya pejabat Pemerintah Provinsi Lampung dibawah kepemimpinan Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur di Bumi Ruwa Jurai.

“Fenomena ini hendaknya menjadi masukan bagi Kepala Daerah agar dalam promosi jabatan dilakukan secara cermat dan komprehensif agar menutup peluang terjadinya fenomena pejabat mundur dari jabatannya,” kata Dedi Hermawan, Selasa (04/05).

Mundurnya seorang pejabat publik dari jabatannya memang diberi ruang dalam aturan. Namun demikian, fenomena tersebut biasanya ada latar belakang masalah, bisa disebabkan persoalan etis, persoalan kinerja, persoalan hukum, hingga persoalan kesehatan.

“Harapannya mundurnya itu demi menjaga kinerja pemerintah agar lebih baik lagi,” ungkap dia.

Ia berharap, Pemprov Lampung bijak dalam menunjuk pejabat untuk membantu mewujudkan Lampung Berjaya yang sesuai
dengan kompetensi, latar belakang pendidikan dan rekam jejak kinerja.

“Ya, sesuai dengan kompetensi, latar belakang pendidikan dan rekam jejak kinerja,” ucap dia.

Sebelumnya, Tahun 2020, ada 2 Pejabat yang mundur dari jabatannya, yakni :

Pertama, Hery Djoko Soebandriyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya, sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung, Sabtu (8/8/2020). 

Kadiskes Lampung Reihana menjabat sebagai Plt Direktur RSUDAM usai keluarnya surat perintah Gubernur Lampung Nomor 821.2/195/VI.04/ 2020 tertanggal 5 Agustus.

Kedua, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung Lukman mengundurkan diri dari jabatannya. Pemprov Lampung menunjuk Sekretaris BKD Yurnalis sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Lampung.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Fahrizal Darminto membenarkan bahwa Kepala BKD Lukman sudah mengundurkan diri sebagai Kepala BKD sejak beberapa hari lalu. “Ya betul dia mengundurkan diri, sejak beberapa hari,” kata Fahrizal, Senin (10/8).

Lukman mengundurkan diri karena akan mengikuti seleksi terbuka (open bidding) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. “Dia mundur karena akan ikut open bidding jabatan pimpinan tinggi pratama juga,” ujarnya.

Ketiga, Kadis ESDM Priyanto juga sudah mengundurkan diri ditahun 2020 lalu

Kemudian pada tahun 2021, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Edi Yanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi benih jagung oleh Kejaksaan Tinggi Lampung. 

Pasca ditetapkan sebagai tersangka korupsi benih jagung, Edi Yanto memutuskan mundur sebagai Asisten II Pemprov Lampung.

Pengunduran diri Edi Yanto sebagai Asisten II Pemprov Lampung diumumkan langsung Gubernur Lampung Arinal Djunaidi usai melantik pejabat eselon II, Senin (05/03).

Sabtu lalu santer terdengar kabar satu lagi Kadis yang mengundurkan diri, KIRKA.CO masih menelusuri ihwal kabar ini kepada Sekdaprov Lampung dan Kepala BKD Lampung namun tidak mendapatkan respon. Mesti beberapa media online sudah memberikan petunjuk, Kadis yang mundur adalah Kadis yang sedang berperkara perdata di PN Tanjungkarang.

 

 

Arif Wiryatama

  • Bagikan