Saat itu, pelaksanaan pembangunan kota baru itu bersamaan dengan pembangunan pusat pemerintahan kota Banten.
“Disana, ada komitmen pembangunan antara pak Sjachroedin dan ratu Atut. Ketika itu dilaksanakan, artinya akan menggandeng pihak ketiga yang melaksanakan pembangunan terhadap perkantoran itu,” ucap dia.
“Pembangunan di Banten sudah terjadi dan hampir selesai. Sementara pembangunan untuk Kota Baru sudah jauh tertinggal,” ucap dia.
“Meski begitu ada progres pembangunan seharusnya. Bagaimana misalnya pembangunan itu dilaksanakan dengan perencanaan apanya dulu, karena disana sudah ada RS,” ucap dia.
“Tentunya infrastruktur harus diperbaiki apalagi kita sudah ditunjang jalan tol. Minimal infrasturkturnya diperbaiki,” ujar dia.
“Baru nanti kembali melaksanakan pembangunan kantor gubernur, kantor DPRD, lamban adat dan masjid agung. Itu dulu, nanti baru dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Pasti banyak yang mau, yakin,” pungkas dia.






