Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Februari 2024, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$112,0 juta (3,91 persen) dibandingkan Januari 2024. Sementara peningkatan terbesar adalah kendaraan dan bagiannya US$87,5 juta (13,36 persen).
Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Februari 2024 adalah Tiongkok US$11,87 miliar (37,98 persen), Jepang US$2,24 miliar (7,17 persen), dan Thailand US$1,87 miliar (5,98 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$5,54 miliar (17,73 persen) dan Uni Eropa US$1,92 miliar (6,15 persen).
Baca juga: Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau Diresmikan Oleh Presiden RI Joko Widodo
Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Februari 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang konsumsi US$672,9 juta (22,73 persen), bahan baku/penolong turun US$1.087,2 juta (4,23 persen), dan barang modal US$812,5 juta (14,20 persen).
Neraca perdagangan Indonesia Februari 2024 mengalami surplus US$0,87 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$2,63 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,76 miliar. (*)






