Menu
Precision, Actual & Factual

Besok PN Tanjungkarang Sidang PK Agung Ilmu Lagi

  • Bagikan
Sidang PK Agung Ilmu Mangkunegara di PN Tanjungkarang. Eka Putra

KIRKA.COBandar Lampung – Kamis (04/03) pukul 09.00 Wib, Pengadilan Tipikor Tanjungkarang rencana akan menggelar sidang Peninjauan Kembali Narapidana Korupsi mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Penelusuran Redaksi Kirka.co pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Tanjungkarang hari Rabu (03/03) belum diterakan lokasi ruangan sidang Kamis (4/3). Maka Wartawan Kirka.co mencoba penelusuran informasi dikalangan petugas PN Tanjungkarang. Petugas ini menolak disebutkan namanya.

“Jangan gua geh bang, tapi setahu gua sidang PK Pak Agung itu besok. Majelis Hakim diketuai Ibu Siti Insirah bersama Hakim Anggota Ibu Gustina dan Pak Edi Purbanus, soal ruang sidang liat besok aja sih bang,” ujar petugas PN Tanjungkarang sembari pamit dan berlalu.

Informasi lain yang Wartawan Kirka.co dapatkan adalah Jaksa KPK yang besok menangani perkara PK adalah Taufiq Ibnugroho.

Melalui WhatsApp Wartawan Kirka.co menghubungi Taufiq Ibnugroho untuk mengkonfirmasi akurasi rencana sidang PK AIM, Kamis (04/03).

Hal ini dibenarkan oleh Taufiq, “Benar besok adalah sidang PK Agung Ilmu Mangkunegara mantan Bupati Lampung Utara,” jelasnya.

Sebelumnya Kamis (25/02) telah digelar sidang PK perdana dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli. Agung mengajukan permohonan PK atas putusan terkait uang pengganti kerugian negara yang ditanggungnya.

Kepada Hakim dirinya mengajukan bukti bahwa pasal terkait kerugian negara tidak diuraikan oleh Jaksa KPK didalam dakwaan.

Sopian Sitepu menjelaskan pada awak media saat selesai sidang PK perdana Agung, Kamis (25/02).

“PK dimohonkan oleh Klien Kami, ditujukan atas putusan Majelis Hakim Tipikor Tanjungkarang, yang Kami sesuai fakta persidangan pasal terkait Kerugian Negara (KN) tidak diuraikan oleh Jaksa didalam Surat Dakwaan, namun ada didalam Surat Tuntutan yang dibacakan Jaksa,” jelasnya.

Diketahui Agung telah divonis hakim dengan hukuman penjara tujuh tahun dan denda Rp750 juta, dengan subsider denda yaitu penjara selama delapan bulan.

Agung wajib membayar uang pengganti kerugian negara yang diakibatkan ulahnya sebesar Rp74,6 miliar, dengan subsider yaitu penjara selama dua tahun.

Eka Putra

  • Bagikan