Awas Terjebak, Segmen Tol Terpeka KM 202-239 Ditutup Total Hingga 11 Februari

Awas Terjebak, Segmen Tol Terpeka KM 202-239 Ditutup Total Hingga 11 Februari
PT Hutama Karya (Persero) membekukan sementara akses lalu lintas di segmen KM 202 hingga KM 239. Foto: Arsip HK

Kirka – Pengguna jalan tol yang melintasi ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) diminta ekstra waspada dan segera mengatur ulang rencana perjalanan.

PT Hutama Karya (Persero) secara resmi membekukan sementara akses lalu lintas di segmen KM 202 hingga KM 239 mulai Senin, 9 Februari 2026.

Sterilisasi jalur vital ini dijadwalkan berlangsung selama 3 hari, tepatnya dari 9 Februari pukul 09.00 WIB hingga 11 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.

Manajemen Hutama Karya menegaskan, penutupan segmen antara Gerbang Tol (GT) Lambu Kibang dan GT Simpang Pematang ini bersifat mendesak.

Langkah tersebut diambil guna mengakomodasi kegiatan pemeliharaan infrastruktur sekaligus kebutuhan pertahanan negara di lokasi tersebut.

Untuk mencegah penumpukan kendaraan di mulut gerbang, operator tol menerapkan skenario rekayasa lalu lintas ketat di dua titik akses utama:

Di GT Lambu Kibang: Akses tertutup bagi kendaraan yang hendak ke utara (Palembang). Gerbang ini hanya melayani kendaraan yang bergerak ke arah selatan (Lampung/Bakauheni).

Di GT Simpang Pematang: Sebaliknya, pintu ini tertutup bagi kendaraan tujuan Lampung. Layanan hanya dibuka untuk lalu lintas yang mengarah ke Palembang.

Praktis, area di antara kedua gerbang tersebut dinyatakan zona terlarang bagi kendaraan umum selama periode operasi.

Pengendara yang terlanjur berada di jalur tersebut atau memiliki jadwal melintas, dipaksa keluar ke jalur arteri.

Sekadar informasi, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menjadi opsi utama bagi pelintas antar provinsi selama penutupan berlangsung.

Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan terus memantau pembaruan situasi yang dapat berubah sewaktu-waktu melalui kanal resmi @hutamakaryatollroad.