Sebagai informasi, berikut ini adalah Jadwal Pemilihan Rektor Unila 2023-2027:
1. Pengumuman penjaringan: 15-29 November 2022.
2. Pendaftaran bakal calon rektor: 16-29 November 2022.
3. Seleksi administrasi: 25-30 November 2022.
4. Penyerahan hasil seleksi administrasi pada senat: 5 Desember 2022.
5. Penetapan bakal calon rektor dalam rapat senat: 6 Desember 2022.
6. Pengumuman bakal calon rektor: 7 Desember 2022.
7. Penyerahan visi, misi, dan program kerja bakal calon rektor: 7-8 Desember 2022.
8. Sosialisasi bakal calon rektor: 7-14 Desember 2022.
9. Penyampaian program kerja bakal calon rektor di depan civitas akademika: 20 Desember 2022.
10. Penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon rektor dalam Rapat Senat Terbuka: 22 Desember 2022.
11. Penyampaian 3 nama calon rektor pada Kemendikbudristek: 23 Desember 2022.
12. Pengumuman 3 calon rektor: 23 Desember 2023.
13. Sosialisasi calon rektor: 23-27 Desember 2023.
14. Pemilihan calon rektor dalam Rapat Senat Tertutup bersama Kemendikbudistek: 28 Desember 2022-6 Januari 2023.
15. Pengiriman hasil pemilihan calon rektor: H+1 pemilihan.
16. Penetapan dan pelantikan rektor terpilih oleh Kemendikbudristek: Januari 2023.
Baca juga: KPK Wajib Pantau Pemilihan Rektor Unila Periode 2023-2027
Pendaftaran diri Asep Sukohar dalam rangkaian kegiatan Pilrek Unila periode 2023-2027 ini menuai kontroversi.
Alasan paling mendasar ialah, Asep Sukohar merupakan saksi terperiksa dalam korupsi Unila yang menjerat Karomani.
Dalam perkara itu, Asep Sukohar berperan untuk mengumpulkan uang titipan dari orangtua penitip calon mahasiswa baru yang ingin diluluskan via Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Unila untuk tahun 2022.
Baca juga: KPK Sering Terima Informasi Praktik Korupsi di Perguruan Tinggi
Uang titipan itu berdasarkan pengakuan Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unila, Asep Sukohar di persidangan, selanjutnya ia setorkan kepada Karomani melalui Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila, Budi Sutomo.
Atas keterlibatan Asep Sukohar itu, Lampung Police Watch menjadi salah satu pihak yang mempertentangkan adanya pihak yang saat ini sedang mendaftarkan diri dalam rangkaian kegiatan Pilrek Unila periode 2023-2027 sementara nyata-nyata masih diduga terlibat kasus korupsi Unila tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan Pilrek Unila periode 2023-2027 ini, Ketua Lampung Police Watch, MD Rizani menyatakan adanya dua kubu yang mendaftar sebagai rektor.
Baca juga: Kepercayaan Diri Hakim Aria Verronica Memudar Karena Korupsi Unila
”Faksi pertama adalah yang tersangkut perkara korupsi Rektor Unila Karomani. Faksi ini nampak lebih dominan berpeluang untuk memenangkan Pilrek yang akan digelar Desember 2022 ini,” ujar MD Rizani dalam keterangan tertulisnya pada 28 November 2022 kemarin.
”Di sisi lain faksi, yang berupaya mengembalikan Unila sebagai kampus yang bersih dari suap seperti tak dilirik oleh pemegang suara,” sambungnya.
Meski tak menyebut secara rinci, MD Rizani menuturkan bahwa indikasi terjadinya dugaan suap yang diduga untuk memperoleh suara dalam Pilrek tersebut menguat.
Baca juga: Budi Sutomo Dinilai Layak Tersangka Baru Korupsi Unila
Hal itu ia dengar berdasarkan informasi dari salah seorang yang dekat dengan salah satu calon pendaftar Pilrek Unila periode 2023-2027.
”Isu tentang suap suara terus menggema di seputar Unila. Orang dekat salah satu calon rektor mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini ada dua pemegang suara yang meminta untuk dieksekusi (dibayar suaranya), dan calon rektornya sedang berupaya untuk mencari waktu dan tempat yang aman untuk menyerahkan uang suap tersebut,” ungkap MD Rizani.






