Menu
Precision, Actual & Factual

Akankah Putusan Korupsi Mustafa Diunggah ke Direktori Putusan MA? Tentu, Jawab Andi Samsan Nganro

  • Bagikan
Gedung Mahkamah Agung RI. Foto Istimewa

Gedung Mahkamah Agung RI. Foto Istimewa.

KIRKA.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] tercatat telah dua kali mentersangkakan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. Khususnya atas perkara korupsi.

Mustafa kita ketahui telah menjalani segala sesuatu yang dituangkan dalam surat vonis oleh hakim pada PN Tipikor Jakarta Pusat. Kala itu ia ditersangkakan KPK sebagai pemberi suap kepada anggota DPRD Lampung Tengah. 17 Februari 2021 kemarin, ia bebas.

Mustafa kemudian ditersangkakan kembali oleh KPK atas sangkaan perolehan uang hasil suap dan gratifikasi. Saat ini tahapan perkara tersebut berada di tingkat persidangan di PN Tipikor Tanjungkarang. Status Mustafa masih menjadi terdakwa.

Pada vonisnya yang pertama, surat putusan atas vonis yang dijatuhkan hakim PN Tipikor Jakarta Pusat tidak terunggah di website Mahkamah Agung [MA]. Seyogyanya putusan tersebut diterakan pada Direktori Putusan MA.

Waktu Mustafa ditetapkan sebagai tersangka sebagai pemberi suap. KPK juga mentersangkakan Taufik Rahman. Anak buah Mustafa yang memiliki jabatan sebagai Kadis Bina Marga.

Taufik pun diketahui sudah divonis dan telah menjalaninya. Surat putusan Taufik terunggah dengan baik pada Direktori Putusan MA.

Bila dilihat lebih jeli, surat putusan Taufik Rahman diunggah dengan baik, tetapi tidak untuk surat putusan Mustafa. Mengapa ada perbedaan perlakuan? Seyogyanya laman resmi pada MA ini menjadi wadah bagi MA mencatat hasil putusan dari setiap vonis atas perkara jenis apapun.

Tak ingin berlama-lama mengulas hal itu, pewarta dari media siber ini menanyakan komitmen dari MA perihal bagaimana kemudian perlakuan MA atas perkara Mustafa yang kedua ini? Apakah akan diunggah ke dalam Direktori Putusan MA, atau tidak?

Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro pada Senin, 8 Maret 2021 menjawab: ”Tentu [akan diunggah atau di-upload ke dalam Direktori Putusan MA_read]”.

Pertanyaan sama diajukan kepada Juru Bicara PN Tipikor Tanjungkarang Hendri Irawan. “Setelah putus, PN Tipikor Tanjungkarang akan meng-upload-nya ke dalam Direktori Putusan Mahkamah Agung,” ujar Hendri ditemui usai menunaikan shalat di Kantor PN Tipikor Tanjungkarang.

Majelis hakim yang memimpin persidangan perkara Mustafa di PN Tipikor Tanjungkarang pun menyampaikan hal senada. ”Kami akan masukkan di SIPP [Sistem Informasi Penelusuran Perkara] dalam bentuk electronic document. Nanti kalau sudah disinkronkan, akan automatis masuk ke Direktori Putusan MA. Demikian,” jawab Efiyanto.

Ricardo Hutabarat

  • Bagikan