Kirka – Sebanyak 101 atlet dari lima kabupaten dan kota beradu jurus dalam ajang Sirkuit Pencak Silat Zona II Lampung.
Kejuaraan yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat IPSI Lampung, kawasan Pahoman, Bandarlampung, mulai Minggu, 28 Juni hingga 1 Juli 2026 mendatang menjadi jalan pembuka bagi para atlet menuju panggung kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027.
Pada sirkuit putaran kedua tersebut, panitia menggelar 114 partai pertandingan.
Kabupaten Pesawaran tercatat mendominasi pendaftaran dengan menerjunkan 33 pesilat, disusul tuan rumah Bandarlampung dan Lampung Selatan yang masing-masing mengirimkan 25 atlet.
Sementara sisa kuota peserta diisi oleh kontingen asal Pringsewu sebanyak 20 orang serta Kota Metro dengan 8 perwakilan.
Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, menyebut kompetisi berjenjang sebagai pondasi utama penjaringan atlet potensial.
Ia menilai konsistensi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tingkat provinsi dalam menyelenggarakan sirkuit berkelanjutan sangat krusial, mengingat cabang olahraga bela diri tersebut berstatus sebagai lumbung medali prioritas daerah.
“KONI mengapresiasi langkah pembinaan lewat sirkuit semacam ini. Ajang yang kompetitif otomatis memotivasi atlet untuk terus mengasah kemampuan.
“Apalagi pencak silat adalah salah satu tumpuan dan olahraga unggulan Lampung di level nasional,” ujar Taufik saat meninjau langsung ke lokasi pertandingan, Minggu, 28 Juni 2026.
Kompetisi di Pahoman merupakan kelanjutan langsung dari seri Zona I yang telah tuntas digelar sebelumnya.
Sekretaris IPSI Lampung, Riagus Ria, menjelaskan sistem seleksi dirancang berlapis.
Setelah putaran Zona III rampung, para jawara dari setiap wilayah akan kembali diadu pada fase grand final yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Riagus menambahkan, kalender padat kejuaraan sepanjang tahun memang difokuskan untuk pemantauan kualitas atlet secara objektif.
Rangkaian panjang yang meliputi Piala Gubernur, sirkuit tiga zona, hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada akhir tahun nanti memiliki satu muara yang sama.
“Semua agenda event saling berkaitan dan menjadi bagian dari proses seleksi ketat menuju Babak Kualifikasi (BK) PON 2027.
“Harapan kami, sistem sirkuit berlapis mampu meletakkan pondasi pembentukan kerangka tim pencak silat Lampung yang jauh lebih tangguh saat turun di kancah nasional,” kata Riagus.






