Kuasai Nomor Gawang U18, Landrycus Bawa IGATC Berjaya di DKI Invitasi Open

Kuasai Nomor Gawang U18, Landrycus Bawa IGATC Berjaya di DKI Invitasi Open
Prestasi gemilang atlet remaja IGATC Lampung di DKI Invitasi Open 2026. Landrycus Bryan sukses amankan dua medali perak. Foto: Arsip IGATC/Kirka/I

Kirka – Kontingen atlet remaja dari Intan Grup Athletics Training Center (IGATC) Lampung tampil gemilang di kejuaraan atletik bergengsi, DKI Invitasi Open 2026.

Dalam ajang ini, skuad asuhan Jeremy Gozal tersebut sukses membawa pulang dua medali perak sekaligus menempatkan sejumlah atletnya di jajaran lima besar.

Bintang utama yang menjadi sorotan dalam kejuaraan adalah Landrycus Bryan.

Turun di kategori Usia di Bawah 18 Tahun (U18), ia tampil mendominasi di nomor spesialisnya, yakni lari gawang.

Landrycus sukses membuka kran medali bagi IGATC setelah finis sebagai runner up di nomor 110 meter gawang U18.

Performa impresifnya tak berhenti di situ. Pada perlombaan hari berikutnya, Landrycus kembali membuktikan ketangguhannya.

Bertanding di nomor 400 meter gawang U18, ia kembali merebut posisi kedua dan sukses mengawinkan dua medali perak untuk kontingen daerahnya.

“Landrycus Bryan berhasil menempati peringkat dua untuk dua nomor sekaligus yang ia ikuti, yaitu 110 meter gawang dan 400 meter gawang U18.

“Ini pencapaian yang sangat luar biasa,” jelas Manajer Tim IGATC, Andre Hari Wibowo dalam keterangan resminya. Senin, 25 Mei 2026.

Keberhasilan Landrycus memborong medali menjadi bukti solidnya pembinaan di tubuh IGATC.

Di samping itu, Ketua Klub IGATC Lampung, Jeremy Gozal, memastikan bahwa kejutan tidak hanya datang dari satu nama.

Atlet-atlet muda lainnya juga menunjukkan daya saing dan mentalitas yang kuat di lintasan lari.

Di kategori U20 misalnya, Abimanyu yang bersaing ketat di nomor lari 400 meter sukses mengamankan peringkat keempat.

Sementara itu, Miftah Wira Akbar yang turun di nomor lari 400 meter U18 berhasil menembus jajaran elite dengan finis di posisi kelima.

“Selain kesuksesan Landrycus di podium, atlet-atlet muda kami lainnya juga menunjukkan performa yang sangat kompetitif dan solid saat bersaing dengan nama-nama besar dari daerah lain,” ungkap Jeremy.

Lebih lanjut, Jeremy menilai hasil akhir pencapaian timnya di ajang DKI Invitasi Open 2026 ini merupakan buah manis dari konsistensi program pembinaan atlet usia dini di Lampung.

Ia optimistis hasil ini akan menjadi batu loncatan penting untuk kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

“Raihan dua medali perak dan posisi lima besar ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para atlet remaja Lampung.

“Kita ingin mereka terus konsisten dan berprestasi, tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional mendatang,” pungkas Jeremy.