PWNU Lampung Apresiasi Pilihan Politik Nahdliyin

PWNU Lampung 2023-2028 Harus Mandiri dan Tidak Berafiliasi
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Dr H Puji Raharjo membenarkan dirinya ikut dalam pemilihan Ketua PWNU Lampung 2023-2028 dalam Konferwil XI NU Lampung, Senin (24/7/2023) malam. Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama atau PWNU Lampung apresiasi pilihan politik nahdliyin pada Pemilu Serentak 14 Februari 2024.

Namun, Ketua PWNU Lampung 2023-2028 Puji Raharjo dalam keterangannya mengingatkan pedoman politik NU bagi nahdliyin.

“Kami mengingatkan kembali sembilan pedoman berpolitik bagi warga NU yang telah dicetuskan dalam Muktamar NU di Krapyak, Yogyakarta, pada tahun 1989,” kata Puji Raharjo, Jumat (11/8/2023).

Pedoman politik NU ini mencakup prinsip-prinsip seperti berpolitik dengan moral, etika, dan budaya yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, dan berpolitik dengan kejujuran nurani dan moral agama.

“Politik NU adalah politik kenegaraan dan kebangsaan. NU berdiri di atas semua partai politik,” ujar Puji.

Baca Juga: PWNU Lampung 2023-2028 Harus Mandiri dan Tidak Berafiliasi

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung ini menjelaskan bahwa NU berkomitmen untuk menjaga jarak yang sama terhadap semua partai politik, membebaskan warga NU untuk memilih partai atau kandidat terbaik yang tidak merugikan NU.

PWNU Lampung apresiasi pilihan politik nahdliyin dengan mengakui adanya perbedaan kecenderungan politik antara warga NU di daerah pedesaan dan wilayah perkotaan.

“Kami menghargai pilihan politik mereka dan mendukung independensi dalam menentukan pilihan,” tegas Puji.

Dia juga menekankan pentingnya komunikasi kemasyarakatan timbal-balik dalam pembangunan nasional untuk menciptakan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyatukan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam menghadapi tahun politik,” jelas dia.

Puji Raharjo berharap semua warga NU dapat bersatu dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan, menjaga integritas dan nilai-nilai luhur Nahdlatul Ulama.

Sebagai informasi, sikap PWNU Lampung ini disampaikan pasca viralnya pernyataan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus 2017-2022 yang mengimbau nahdliyin untuk tidak masuk PAN dan PKS.

Parosil Mabsus menilai kedua partai tersebut memiliki pemahaman yang berbeda dengan NU.

Hal itu disampaikan saat dirinya diundang untuk memberikan materi tentang kebangsaan pada acara Pendidikan Dasar NU di Suoh, Lampung Barat, Minggu (6/8/2023).

Diketahui, Parosil Mabsus yang akrab disapa Pakcik telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut pada Rakerda IV DPD PDIP Lampung, Kamis (10/8/2023).

“Kalau ada teman-teman organisasi atau partai politik yang merasa terganggu dan tersinggung atas ucapan Pakcik, atau marah, saya minta maaf, saya manusia biasa yang tak luput dari salah,” kata dia.