Hukum  

14 Orang Tim Sukses Karomani Saat Pilrek Unila

14 Orang Tim Sukses Karomani Saat Pilrek Unila
Muhammad Basri saat bersaksi di PN Tipikor Tanjungkarang pada 14 Desember 2022. Foto: Istimewa.

KIRKA – 14 orang tim sukses Karomani saat Pilrek Unila periode 2019-2023 diungkap Ketua Senat Unila nonaktif, Muhammad Basri.

Tim sukses Karomani dalam Pilrek Unila yang disebut Muhammad Basri tersebut dikatakannya sebagai pendukung yang belakangan ditinggalkan.

Muhammad Basri mengutarakan hal itu di PN Tipikor Tanjungkarang pada 14 Desember 2022 saat ditanyai JPU KPK yang diketahui bernama Asril.

Adapun tim sukses yang disebut oleh Muhammad Basri tidak secara lengkap. Muhammad Basri hanya mengatakan beberapa nama saja.

Baca juga: Saksi Korupsi Unila Ngaku Penjahit Padahal Kades di Lampung Selatan

Berikut adalah daftar nama tim sukses pendukung Karomani untuk terpilih menjadi Rektor Unila dalam Pilrek Unila periode 2019-2023 pada 17 Oktober 2019 lalu:

1. Keluarga dari Asep Sukohar. Menurut Muhammad Basri, Asep Sukohar kemudian diberi jabatan sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unila.

Asep Sukohar saat ini diketahui mencalonkan diri sebagai Rektor Unila dalam Pilrek Unila periode 2023-2027 yang sedang berlangsung hari-hari ini.

2. Muhammad Basri selaku Ketua Senat Unila. Dalam perjalanannya, Muhammad Basri batal dilantik sebagai Dekan FKIP Unila karena ditangkap dalam OTT KPK pada Agustus 2022 kemarin.

3. Ida Nurhaida yang saat ini menjadi Dekan FISIP Unila. Belakangan Ida Nurhaidi diketahu sedang mencalonkan diri sebagai calon rektor dalam Pilrek Unila periode 2023-2027 yang berlangsung hari-hari ini.

4. Heryandi yang belakangan berstatus sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila.

Baca juga: JPU KPK Bakal Cecar Muhammad Basri di Sidang Korupsi Unila

Muhammad Basri dalam konteks ini ialah saksi yang dihadirkan dalam persidangan dengan Andi Desfiandi sebagai terdakwa pemberi suap kepada Rektor Unila nonaktif, Karomani.

Muhammad Basri yang merupakan tersangka dalam perkara ini juga, dibawa dari Rutan KPK pada Pomdan Jaya dan didudukkan sebagai saksi bersama 4 saksi lainnya.

Andi Desfiandi sendiri diketahui didakwa memberi suap sejumlah Rp250 juta kepada Karomani atas penitipan dua calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unila via Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMM PTN) Tahun 2022 di Unila.

Berikut adalah transkrip percakapan antara Asril dan Muhammad Basri berdasar pada hasil rekaman suara:

Selanjutnya percakapan JPU KPK bernama Asril dan Muhammad Basri …