Asril: Nah kembali ke awal lagi. Tadi saksi sebagai Senat ya. Apakah saksi juga pernah sebagai tim suksesnya Karomani dalam menjadikan rektor di Unila?
Muhammad Basri: Iya. Saya pendukung beliau.
Asril: Siapa saja yang jadi tim suksesnya Karomani pada waktu itu?
Muhammad Basri: Ada 14 orang.
Asril: Siapa aja?
Muhammad Basri: Ya saya, prof Heryandi, pak Karomani sendiri, ya ada juga keluarga dari pak Asep Sukohar yang dikasih jabatan Wakil Rektor II, kemudian ada ibu Ida Nurhaida.
Asril: Nah dalam penunjukan saksi sebagai tim sukses itu, apa yang disampaikan Karomani, dan janji apa, apakah nanti kalau seandainya dilantik jadi rektor, apa yang disampaikan oleh Karomani ketika dia jadi rektor?
Muhammad Basri: Waktu jadi rektor?
Asril: Iya, kan saksi jadi tim sukses nih. Dan kan berhasil mensukseskan Karomani jadi Rektor Unila. Apa yang disampaikan Karomani?
Muhammad Basri: Yaaa, ”kita akan membangun Unila bersama-sama”.
Asril: Terus?
Muhammad Basri: Ya dia bilang semacam itu [kita akan membangun Unila bersama-sama]. Tapi begitu jadi rektor, kami justru ditinggal.
Asril: Ditinggal? Artinya ditinggal itu gimana?
Muhammad Basri: Ya dia akhirnya membentuk kelompoknya sendiri, yaitu dari kalangan kelompok mereka.
Asril: Termasuk (tidak diikutsertakan) dengan penerimaan mahasiswa baru?
Muhammad Basri: Ya dia ada tim sendiri.
Asril: Nah, pada saat itu, kapan saudara tidak dilibatkan dalam penerimaan mahasiswa baru?
Muhammad Basri: Ya saya, karena Senat, diikutkan hanya monitoring saja. Tidak dilibatkan secara langsung di kepanitiaan (penerimaan mahasiswa baru).






