Sejuta Liter Air Habis Untuk Kebakaran TPA Bakung

Sejuta Liter Air Habis Untuk Kebakaran TPA Bakung
Suasana kebakaran di TPA Bakung, Bandarlampung. Foto: Istimewa

KIRKA – Sejuta liter air habis untuk kebakaran TPA Bakung. Api juga tak kunjung padam meski telah menyala hingga 4 hari.

Baca Juga: BPBD Dinilai Tidak Profesional Terkait Mahan Agung Terbakar

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandarlampung , Antoni Irawan. Menjelaskan sampai saat ini kebakaran yang terjadi di TPA Bakung, Bandarlampung itu belum juga dapat ditangani.

Meski telah mengerahkan 200 mobil tangki air berkapasitas 5000 Liter. Api masih saja merambat. Dan tentunya berdampak pada kepulan asap yang mulai mewarnai langit sekitaran Kecamatan Teluk Betung Barat.

“Sudah 4 hari kebakaran di TPA, sudah menghabiskan 200 tangki air, kalau ditotal 1 Juta Liter,” Ucap Antoni, Senin 16 Oktober 2023.

Salah satu penyebab api yang tak kunjung padam ini, dijelaskan oleh Antoni lantaran kurangnya alat berat untuk mengeruk tumpukan sampah yang terbakar di bagian bawah.

Jadi meskipun titik api telah padam di atas gunung sampah, namun api masih menjalar di bagian bawah dan merambat terus ke bagian lainnya.

“Jadi kita berusaha memadamkan api yang berada di lapisan atas, namun api yang sudah menjalar hingga ke bawah tumpukan sampah tidak bisa dijangkau. Alat berat yang diturunkan kurang, dari Jumat kemarin sudah hampir 5 hektare tumpukan terbakar,” imbuhnya.

Baca Juga: Pembunuh Bos Parut Kelapa Bandarlampung Dipenjara 10 Tahun

Sampah yang terbakar kali ini, didominasi plastik. Makin mudah menjalar sampai sekarang dengan faktor angin yang saat ini bertiup kencang.

Pada upaya pemadaman kebakaran TPA Bakung ini, per harinya dikerahkan 6 unit mobil damkar dan 51 orang anggota pemadam. Hal itu guna meminimalisir merambatnya api.

Warga setempat pun berharap, upaya pemadaman akan menuai hasil secepatnya. Mereka mengaku sudah terkena dampak asap yang disebabkan oleh kebakaran TPA Bakung tersebut.

“Harus segera di benahi, terlebih saat ini musim kemarau, kesehatan warga saat ini terancam. Kebakaran lahan aja menimbulkan bahaya, apa lagi kebakaran sampah,” tukas Yudi, warga sekitar TPA.