Proyek UNILA Disoal di Kejati Lampung

Proyek UNILA Disoal di Kejati Lampung
Suasana unjuk rasa Ikatan Alumni Fakultas Teknik Lampung, di Kejati Lampung, Rabu 6 September 2023. Foto: Eka Putra

KIRKA – Proyek UNILA disoal di Kejati Lampung, oleh beberapa orang yang mengatas namakan diri mereka sebagai Alumni Fakultas Teknik UNILA.

Baca Juga: Pemprov Lampung Didemo, Mahasiswa Singgung 33 Janji Kerja Arinal – Nunik

Rabu, 6 September 2023, Massa yang tergabung dalam Ikatan Alumni Fakultas Universitas Lampung, melakukan aksi damai tepat di depan gerbang Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung.

Sembari membentang poster bertuliskan usut tuntas KKN UNILA, massa menyuarakan agar Kejaksaan dapat melakukan pendalaman terhadap pengadaan proyek pembangunan gedung FKIP UNILA.

“Kami meminta Kejaksaan Tinggi dapat melakukan pendalaman terkait dugaan KKN dalam tender proyek pembangunan gedung FKIP UNILA 2023. Kami menduga ada pengaturan dalam pemenangan perusahaan lelang itu, soalnya sudah dimenangkan tiba-tiba dibatalkan, ini sudah tidak benar,” jelas Abdil Hafiz, koordinator aksi.

Pengadaan proyek tersebut, dikatakan oleh massa aksi telah terindikasi tak beres sejak awal. Sebab Perusahaan pemenang tender yang kemudian dibatalkan tersebut rupanya tak berkesesuaian terkait alamat kantornya.

Yang kemudian, hal itu disebut menjadi kecurigaan banyak pihak. Lantaran Perusahaan yang tak jelas alamatnya bisa lolos menjadi peserta lelang proyek pembangunan gedung FKIP UNILA.

“Perusahaan pemenang itu saat kami datangi alamat kantornya yang ada di dalam dokumen Perusahaan ternyata kosong, bagaimana bisa lolos secara Administrasi dan menjadi pemenang, kemudian tiba-tiba dibatalkan. Ini ada yang tidak beres,” pungkasnya.

Baca Juga: Demo di Kejati Lampung, Massa Desak Penyelesaian Dugaan Korupsi Setwan Lampung Utara

Usai sekitar 30 menit massa berorasi, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Lampung akhirnya menerima perwakilan pendemo. Dan segera dilakukan dialog guna mendengarkan keluhan mereka.

“Tadi sudah kita terima, dan sudah berdialog. Jadi dari aksi damai kali ini, massa tadi kami sarankan untuk membuat Laporan dan Aduan secara tertulis, agar dapat disampaikan ke Pimpinan dan segera diambil tindakan selanjutnya. 1X24 jam katanya mereka akan segera memasukkan Lapdunya,” imbuh Kasie Penkum Kejati Lampung, Ricky Ramadhan.