KIRKA – PKB Lampung garap kemandirian ekonomi pondok pesantren berbasis syariah menuju Pemilu 2024.
Sekretaris DPW PKB Lampung, Seh Ajeman, ketika dihubungi pada Selasa, 2 Agustus 2022, menyampaikan partainya mendorong pondok pesantren memiliki unit usaha.
“Kita sudah bertemu beberapa kali dengan kiai-kiai pimpinan pondok pesantren, agar punya usaha untuk meningkatkan kemandirian ekonomi,” kata dia.
Salah satu contoh, lanjut Seh Ajeman, adalah pondok pesantren memiliki minimarket atau koperasi yang dikelola oleh santri.
“Kan sudah jelas santri sebagai konsumennya. Paling tidak labanya sudah bisa dimanfaatkan oleh pondok pesantren,” ujar dia.
Kemudian PKB Lampung sebagai mitra pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas layanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan melalui UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren.
“Apalagi kalau kita melihat historisnya, NU memiliki banyak pondok pesantren. Di situlah kita mengadvokasi, bagaimana PKB Lampung menuntun dan memberikan jalan kepada pondok pesantren agar bisa meningkatkan kualitas pendidikan,” tutup Seh Ajeman.
Ketua Koordinator Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) se-Sumbagsel, KH Hasanuddin Errezha, mengatakan persoalan ekonomi dan kesehatan merupakan pekerjaan rumah yang belum tuntas dari muktamar ke muktamar NU.
“Terbukti NU belum banyak memiliki rumah sakit, pun di bidang ekonomi. NU secara personal kelembagaan banyak memiliki perguruan tinggi dan lembaga ekonomi, tapi secara organisasi PBNU, belum banyak,” kata dia ketika ditemui di kediamannya di Desa Cintamulya, Candipuro, Lampung Selatan, Minggu, 31 Juli 2022.
Kepala Madrasah Aliyah Islamiyah Yayasan Perguruan dan Pesantren Mathla’ul Anwar Cintamulya ini menilai hingga sekarang, program kerja PKB Lampung bagi kaum Nahdliyyin masih parsial belum menyeluruh.
“Beberapa kebijakan-kebijakan NU tidak dikawal 100 persen oleh PKB. Contoh, ada UU Pesantren tapi sampai hari ini belum jelas sampai sejauh mana. Mestinya PKB, termasuk PPP dan PKS, punya kepentingan, bagaimana caranya agar UU Pesantren ini diimplementasikan,” tegas dia.
Baca Juga: PKS Bandar Lampung Optimis di Pemilu 2024 dengan Program Kewirausahaan
Kemandirian ekonomi pondok pesantren, tutur Hasanuddin Errezha, sudah diinisiasi oleh almarhum Gus Dur lewat Nusumma, kerja sama Bank Summa dan NU.
“Tapi karena persoalan SDM dan kesempatan yang tidak terlalu luas diberikan oleh pemerintah waktu itu, akhirnya Nusumma ini jalan di tempat,” kata dia.
Untuk fasilitas pendidikan, Hasanuddin Errezha mengakui banyak kemajuan selama periode kepemimpinan Said Aqil Siradj di PBNU.
“Mulai banyak Universitas NU. Hampir di setiap daerah. Tinggal bagaimana pengelolaannya lima sampai sepuluh tahun mendatang,” ujar dia.
Hasanuddin Errezha melihat PKB Lampung punya prospek mendulang suara lebih banyak dari kaum Nahdliyyin pada Pemilu 2024, jika Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tidak berlaku parsial dan mau merangkul kembali keluarga Gus Dur.
“Kalau Muhaimin bisa merangkul kembali keluarga Gus Dur, kemudian tidak diskriminatif terhadap yang bukan orang-orangnya, PKB akan menjadi besar. Tapi kalau Muhaimin Iskandar hanya membariskan orang-orang yang loyalitas buta, tanpa merekrut kiai yang punya kontribusi mendulang suara, ya habis,” tutup dia.






