Kirka – Peta pembinaan olahraga nasional mengalami perombakan besar-besaran di awal tahun 2026.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi merevisi daftar cabang olahraga (cabor) dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Kejutan terbesar muncul dengan hilangnya Karate dari daftar prioritas, digantikan oleh masuknya 7 cabor baru.
Menyikapi perubahan drastis di tingkat pusat ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung memilih tidak larut dalam polemik.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa fokus daerah saat ini adalah persiapan teknis di lapangan, bukan berdebat soal kebijakan.
Menurut Taufik, Lampung memiliki tantangan yang jauh lebih nyata dan mendesak, yakni menghadapi 2 agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) yang krusial.
“Saya harap teman-teman Cabor tetap fokus membina dan terus menumbuhkan atlet potensial.
“Bagaimanapun juga, kita harus segera bersiap untuk bertempur di 2 PON penting, yakni PON 2028 dan PON 2032 di mana kita menjadi tuan rumah,” tegas Taufik Hidayat, merespons dinamika DBON, Sabtu, 7 Februari 2026.
Taufik menekankan bahwa situasi saat ini menuntut kerja nyata.
Ia menolak memberikan komentar klise sekadar pemanis bibir.
Bagi KONI Lampung, peta jalan menuju 2032 adalah harga mati yang membutuhkan soliditas tingkat tinggi antara pengurus dan pelatih cabor.
“Kami dalam posisi kerja keras saat ini. Tantangannya sangat berat dengan banyaknya event nasional, agenda resmi KONI Pusat, hingga persiapan PON 2032.
“Ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Maka, mari kita tingkatkan soliditas di segala bidang,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan revisi DBON yang kini memuat 21 cabang olahraga, bertambah dari sebelumnya hanya 14 cabor.
Erick menjelaskan bahwa Karate tidak lagi masuk dalam daftar tersebut berdasarkan penilaian performa dan potensi medali di Olimpiade.
Sebagai gantinya, pemerintah memasukkan 7 cabor baru yakni Tenis Lapangan, Voli Pantai (2×2), Bola Basket (3×3), Sepak Bola, Anggar, Gulat, dan Equestrian (Berkuda).
“Ini 21 cabor yang akan kita fokuskan. Sebanyak 20 cabor diproyeksikan menuju Olimpiade, dan satu cabor yakni Pencak Silat kita siapkan untuk Road to World Stage,” ujar Erick Thohir.
Erick juga menegaskan bahwa masuknya cabor ke dalam DBON bukan tiket permanen.
Pemerintah akan menerapkan sistem promosi dan degradasi yang ketat.
Cabor yang gagal mencapai target prestasi pada Olimpiade 2028 Los Angeles dan 2032 terancam dicoret.
“Sekolah juga akan diberikan pilihan untuk mengembangkan cabor dasar (mother sports) seperti atletik, akuatik, dan senam, disesuaikan dengan infrastruktur daerah masing-masing,” pungkas Erick.
Berikut adalah daftar lengkap 21 Cabor Unggulan DBON hasil revisi 2026:
- Atletik
- Senam
- Akuatik
- Angkat Besi
- Panahan
- Menembak
- Judo
- Tinju
- Balap Sepeda
- Bulutangkis
- Panjat Tebing
- Taekwondo
- Tenis Lapangan (Baru)
- Voli Pantai 2×2 (Baru)
- Bola Basket 3×3 (Baru)
- Dayung (Rowing & Canoe)
- Sepak Bola (Baru)
- Anggar (Baru)
- Gulat (Baru)
- Equestrian (Baru)
- Pencak Silat (Non-Olimpiade)






