Menu
Precision, Actual & Factual

Efek Joget Ala Ardito, Kapolda Lampung Beri Penegasan ke Seluruh Jajarannya

  • Bagikan
Kirka.co
Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno memberikan keterangan kepada awak media di Mako Polda Lampung terkait dua oknum polisi yang terlibat peredaran narkoba. Foto Tom Saputra

KIRKA.CO – Ruang publik di Provinsi Lampung sedang ramai dan fokus membahas joget ala Wabup Lampung Tengah Ardito Wijaya.

Sejumlah kalangan, baik akademisi hingga wakil rakyat menyayangkan aksi joget Ardito Wijaya di dalam suatu acara.

Ardito diduga telah melanggar aturan Protokol Kesehatan (Prokes) yang dimaksudkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Belakangan Ardito dilaporkan secara resmi ke Polda Lampung. Aduan tersebut secara spesifik berlabuh ke Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Lampung.

Menurut Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno, aduan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan rangkaian teknis, berupa gelar perkara.

Hal ini diutarakannya pada Senin, 28 Juni 2021. Komentar ini ia lontarkan menyusul laporan resmi terkait Ardito telah diterima kepolisian pada Minggu kemarin, 27 Juni 2021.

Bagi kepolisian, hal ini tentu menjadi penting untuk dijadikan pelajaran. Sebab tak mungkin acara yang dihadiri Ardito tersebut tanpa persetujuan atau tanpa sepengetahuan pihak kepolisian.

Saat dihubungi KIRKA.CO, Irjen Pol Hendro Sugiatno tak menyangkal atau membenarkan bahwa ia selaku pimpinan telah menegur anak buahnya di Polres Lampung Tengah.

Ia menegaskan bahwa dugaan pelanggaran Prokes yang diduga terjadi dan terekam secara jelas dalam video yang beredar, tak sepantasnya terulang kembali.

Jika sebelumnya Irjen Pol Hendro Sugiatno menegaskan kepada jajarannya untuk menindaktegas pelaku begal atau pelaku kriminal, kini ia menyampaikan penegasan kepada jajarannya atas berlangsungnya acara hajatan di tempat yang dihadiri Ardito Wijaya.

“Saya kasih tahu ke para Kapolres untuk saling mengingatkan kepada pejabat di daerah agar kejadian senada tidak terulang lagi. Berempati kepada pemerintah yang sedang berupaya mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan 5 M,” ungkap Irjen Pol Hendro Sugiatno.

Terhadap aduan tersebut, dirinya mengatakan bahwa setiap masyarakat memiliki hak untuk itu. Dan Polri punya kewajiban untuk menanggapinya, ujar dia.

“Untuk melapor, itu hak setiap masyarakat. Dan Polri wajib untuk menerima dan mempelajari laporannya. Itu saja,” ujarnya.

Belakangan, beredar video yang berisi permintaan maaf dari Ardito Wijaya. Hal ini juga turut disampaikan oleh dirinya.

“Yang bersangkutan sudah minta maaf. Dan Bupati Lampung Tengah (Musa Ahmad_red) atas nama Pemda Lampung Tengah juga sudah menegur dan minta maaf kepada masyarakat Lampung Tengah,” tutur dia.

Kendati Ardito Wijaya telah menyampaikan permohonan maaf demikian, aduan yang telah dilayangkan ke pihak kepolisian dinilai tetap berlanjut.

Hal ini diutarakan salah satu kuasa hukum dari pelapor. Menurutnya, aduan tetap lah aduan. Proses pidana diharap tetap berjalan.

Hal ini ditanggapi salah satu kuasa hukum tersebut kepada KIRKA.CO, Senin, 28 Juni 2021, menyusul munculnya video dari Ardito.

  • Bagikan