Menu
Precision, Actual & Factual

Dianggap Buat Perkumpulan Radikal, Mahasiswa Universitas Teknokrat Diskors dan Drop Out

  • Bagikan
Perwakilan Mahasiswa UTI Koban Sanksi (Kiri), Didampingi Kepala Divisi Advokasi LBH Bandar Lampung Qodri Ubaidillah (Kanan), Saat Melakukan Konferensi Pers Di Kantor LBH Bandar Lampung. Foto Eka Putra

KIRKA.COLembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung memberikan pendampingan terhadap sembilan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yang menerima sanksi dari pihak kampus lantaran dituding melakukan kegiatan ilegal.

Para Mahasiswa ini diketahui tergabung dalam Hima Teknik Sipil, yang mendapat tuduhan dari pihak Universitas telah melakukan kegiatan yang mengarah pada tindakan ekstrimisme serta radikalisme, yang dapat mencoreng nama baik Kampus.

Ke sembilan Mahasiswa ini turut menyampaikan keluh kesahnya, dimana pada 2018 lalu mereka yang dilantik oleh Kampus sebagai bagian dari Hima Teknik Sipil UTI, meminta fasilitas untuk ruang sekretariat kegiatannya yang berlarut-larut tak kunjung diberikan jawaban oleh pihak kampus Teknokrat.

Namun pada akhirnya dengan dibantu oleh pihak kantin, unit kegiatan mereka pun akhirnya memiliki tempat sekretariat dengan bangunan alakadar semi permanen, dengan luas yang tidak besar namun mendapat izin dari pemilik lahan.

Akan tetapi inisiatif mereka pun malah menjadi persoalan serius bagi pihak kampus, sehingga di awal 2021 ini tuduhan-tuduhan disematkan kepada Hima tersebut, dari lahan ilegal yang mereka tempati sampai pada tuduhan perkumpulan ekstrimis, yang pada akhirnya para mahasiswa “Kampus Juara” tersebut menerima surat sanksi melalui pesan singkat WhatsApp.

Dalam hal ini LBH Bandar Lampung selaku pendamping mengaku telah mengambil langkah guna memperjuangkan keadilan bagi para Mahasiswa tersebut, Kepala Divisi Advokasi LBH Bandar Lampung, Qodri Ubaidillah, mengatakan pihaknya sangat mengecam apa yang telah dilakukan oleh pihak Kampus, LBH Bandar Lampung juga telah melayangkan surat somasi dan klarifikasi ke Rektorat UTI Jumat kemarin (16/04).

“Kami sangat mengecam upaya Rektor kampus yang memberikan sanksi secara sepihak, pemberian sanksi ini tidak sesuai prosedural, dimana para mahasiswa ini tanpa ada pemberitahuan dari pihak kampus lalu menjatuhkan sanksi DO, untuk itu kami melayangkan somasi ke pihak UTI,” ungkap Qodri (19/04).

Meski telah meminta pendampingan hukum kepada LBH Bandar Lampung, ke-sembilan mahasiswa ini tetap mengharapkan itikat baik dari pihak Kampus, untuk merespon somasi yang dilayangkan dan berniat segera menyelesaikannya secara kekeluargaan.

Eka Putra

 

  • Bagikan