Hukum  

Cerita Lain Tentang OTT KPK Terhadap Rektor Unila Dkk Mencuat

Cerita Lain Tentang OTT KPK Terhadap Rektor Unila Dkk Mencuat
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila nonaktif, Heryandi di PN Tipikor Tanjungkarang pada 21 Desember 2022. Foto: Dokumentasi KIRKA.CO.

Andi Desfiandi: Cuma mau menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang kurang tepat [dari penjelasan Heryandi].

Majelis Hakim Aria Verronica: Baik, yang tidak tepatnya, yang saksi [Heryandi] terangkan tadi ya?

Andi Desfiandi: Iya.

Majelis Hakim Aria Verronica: Kalau tidak ada diterangkan [saksi Heryandi], tidak perlu dikomentari. Kalau pun memang ada, nanti silakan dituangkan ke dalam pembelaan.

Nanti saudara sampaikan juga pada saat saudara memberikan keterangan [dalam agenda pemeriksaan Andi Desfiandi sebagai terdakwa], seperti itu ya. Untuk yang keterangan lainnya, ada keberatan atau tidak?

Andi Desfiandi: Bukan keberatan, hanya meluruskan saja.

Baca juga: Cerita Tentang Anton Kidal Titip Mahasiswa Sempat Viral di Unila

Usai persidangan yang digelar di PN Tipikor Tanjungkarang itu, KIRKA.CO mengonfirmasi ulang kepada Andi Desfiandi tentang siapa sosok dari 3 orang yang disebut-sebut oleh Muhammad Basri kepadanya.

”(Siapa pemberi lain yang sudah diamankan KPK itu?) Nggak tahu saya. Nggak tahu saya. Itu kata ceritanya [Muhammad Basri],” ungkap Andi Desfiandi saat berjalan menuju ruang tahanan PN Tanjungkarang untuk kembali lagi ke Rutan Kelas IA Bandar Lampung dimana ia dititipkan KPK.

Berdasar pada peliputan KIRKA.CO di ruang sidang selama Andi Desfiandi didudukkan sebagai terdakwa sejak digelar pada 9 November 2022 sampai 21 Desember 2022, cerita yang didengar Andi Desfiandi dari Muhammad Basri tadi tidak pernah mengemuka.

Terhadap penuturan Andi Desfiandi ini, Resmen Kadapi selaku kuasa hukumnya angkat bicara.

Kepada wartawan, Resmen Kadapi mengatakan bahwa salah satu pihak yang diduga diamankan KPK terlebih dahulu pada 19 Agustus 2022 lalu sebagai terduga pemberi suap atas pelaksanaan mahasiswa baru di Unila adalah Antonius Feri atau yang tenar dikenal dengan panggilan Anton Kidal.

Anton Kidal menurut penuturan Resmen Kadapi diduga sebagai salah satu pihak yang diduga telah diamankan KPK di Lampung sebelum kemudian KPK menangkap kliennya di Bali pada 20 Agustus 2022 lalu.

Baca juga: Tiga Hal yang Ditelisik KPK Usai Periksa Dekan Unila Hingga Perawat

Antonius Feri atau Anton Kidal sebagaimana diketahui telah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi pada 16 September 2022 lalu. Pemeriksaan terhadap Anton Kidal diketahui berlangsung di Gedung Polda Lampung.

”Sampai sekarang, kita belum tahu. Tapi menurut informasi dari sesama mereka waktu di dalam [tahanan], bahwa pada saat Basri diamankan, itu ada pihak lain juga yang diamankan.

Jadi gini, pada saat Basri, Cendi (Heryandi), kemudian Mualimin dan Rektor [Karomani] secara terpisah ini diamankan, ada yang pada saat itu menurut informasi yang sampai ke kita, yang diamankan berbarengan dengan Basri. Gitu.

Diduga orang itu yang memberikan titipan, yang kita dengar Anton Kidal, yang pada saat itu diamankan. Tapi yang lainnya, kalau tadi dibilang ada 2 atau 3 orang, itu kita nggak tahu,” terang Resmen Kadapi.

Resmen Kadapi mengatakan bahwa informasi soal keberadaan terduga pemberi suap lain selain Andi Desfiandi dapat dikategorikan sebagai kabar yang berkembang di antara sesama tersangka.

Resmen Kadapi mengaku tidak mengetahui apakah mungkin terduga pemberi suap atas penerimaan mahasiswa baru Unila yang tidak ditetapkan tersangka tadi dikarenakan tidak memberi dugaan suap kepada Karomani sementara Andi Desfiandi diduga memberi suap kepada Karomani.

Baca juga: MAKI Apresiasi KPK Periksa Terduga Penitip Maba Unila

”Wahhh. Kita nggak tahu, kita nggak tahu,” ucap Resmen Kadapi. ”Karena ini kan hanya informasi yang berkembang di sesama tahanan,” timpalnya.