Cak Imin Lapor Jokowi Soal Pupuk Langka dan BBM

Cak Imin Lapor Jokowi Soal Pupuk Langka dan BBM
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat konferensi pers usai pertemuan dengan Presiden RI Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (31/10). Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube @SekretariatPresiden

KIRKA – Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin lapor Jokowi soal pupuk langka, BBM (bahan bakar minyak), listrik, dan bonus demografi.

Hal itu disampaikan Cak Imin dalam konferensi pers pada Senin, 30 Oktober 2022, usai bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta.

“Maksud audiensi ini melaporkan pertemuan seluruh kader utama PKB yang tiga hari di Jakarta kemarin,” kata dia.

Baca Juga: Lampung Fair Resmi Dibuka 29 Oktober – 14 November 2022

Cak Imin melaporkan kepada Jokowi hasil pertemuan 5.000 kader utama yang merupakan pengurus dan anggota legislatif maupun eksekutif di Jakarta.

“Salah satunya menyangkut rekomendasi-rekomendasi yang mohon dititipkan kepada Presiden untuk dijadikan pertimbangan untuk melaksanakan,” ujar dia.

Cak Imin memimpin delegasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan sejumlah rekomendasi dan masukan kepada Jokowi.

Cak Imin mengusulkan kepada Jokowi agar mempertimbangkan subsidi BBM dan pupuk kepada masyarakat.

Delegasi PKB yang dipimpin Cak Imin mengusulkan agar harga BBM untuk sepeda motor dan angkutan umum diturunkan.

“Tapi tadi masih dihitung lagi karena ternyata pemilik sepeda motor itu jumlahnya 70 juta,” kata dia.

Kedua, DPP PKB menyuarakan kegelisahan terkait pasokan pupuk di daerah yang saat ini sulit dipenuhi.

PKB mengusulkan agar subsidi pupuk diprioritaskan untuk petani yang lahannya hanya setengah hektare.

“Subsidinya difokuskan kepada petani dengan pemilik tanah setengah hektare,” ujar Cak Imin.

Dia menuturkan usulan terkait pupuk akan dikaji karena produksi global pupuk memang terkendala perang dan krisis, serta pasokan gas dari Rusia maupun Ukraina.

Selain Cak Imin lapor Jokowi soal pupuk langka dan BBM, dia juga meminta Presiden RI untuk memerhatikan bonus demografi yang dimiliki Indonesia hingga tahun 2030.

DPP PKB menyampaikan tiga hal agar bonus demografi bisa dimanfaatkan dengan baik dengan menggenjot kaum muda.

Adapun tiga hal tersebut yaitu:

1. Agar pengusaha muda diberikan kemudahan akses kredit tanpa agunan dan tanpa bunga;

2. Agar kaum muda diberikan akses teknologi; dan

3. Agar kaum muda diberikan beasiswa sebanyak-banyaknya, baik ke luar negeri maupun ke lembaga-lembaga strategis.

“Berikutnya menyangkut listrik. Subsidi listrik diprioritaskan dan diarahkan kepada pengguna listrik miskin yaitu 450 watt (VA), ini subsidi total semaksimal mungkin,” pungkas Cak Imin.

Baca Juga: Indonesia Raksasa Ekonomi Dunia