Kirka – Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama membeberkan lompatan fantastis kunjungan wisatawan nusantara ke Provinsi Lampung yang kini menyentuh angka 27 juta jiwa per tahun.
Keberadaan jaringan jalan tol menjadi penentu utama lonjakan pelancong sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian.
Fakta tingginya arus pergerakan orang selaras dengan pemaparan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di Bandar Lampung, Sabtu, 3 Oktober 2026, gubernur mengungkap perbedaan mencolok sebelum dan sesudah jalur bebas hambatan beroperasi.
“Dulu sebelum ada jalan tol kita baru 9 juta per tahun, setelah ada jalan tol sampai hari ada 27 juta wisatawan Nusantara yang berkunjung.
“Itu semua karena jalan tol,” tegas Mirza di hadapan para peserta forum nasional.
Konektivitas transportasi rupanya langsung menyentuh denyut nadi perekonomian masyarakat akar rumput.
Kemudahan distribusi hasil bumi secara otomatis memperluas jangkauan pasar sekaligus mendongkrak taraf hidup warga daerah.
“Jalan tol meningkatkan pendapatan petani, jalan tol meningkatkan pendapatan buruh, jalan tol meningkatkan pendapatan masyarakat,” tambah Mirza.
Berkaca pada realita lapangan, Mahendra mengaitkan masifnya pembangunan aspal beton dengan teori growth pole rumusan ekonom Francois Perroux.
Infrastruktur sukses menjalankan fungsi industrie motrice atau penggerak utama yang menghasilkan efek berganda bagi wilayah sekitar secara empiris.
Mahendra pun memberi apresiasi langkah Pemerintah Provinsi menjadikan data valid sebagai pijakan penyusunan kebijakan.
Berpatokan pada ucapan tegas sang gubernur, ‘Tanpa data yang tepat, kita akan tertipu dengan rasa‘, pendekatan objektif memastikan pembangunan tidak sebatas seremonial melainkan benar-benar berujung kesejahteraan.






