Pertagas Pompa Kapasitas Pipa Gas Sei Mangkei Dukung Target 200 Pabrik

Pertagas Pompa Kapasitas Pipa Gas Sei Mangkei Dukung Target 200 Pabrik
Mahendra Utama: Jaringan pipa gas Pertagas di KEK Sei Mangkei dan sinergi industrialisasi adalah pondasi kokoh bagi percepatan hilirisasi nasional. Foto: Arsip Pertagas/Sei Mangkei/Kirka/Iz

Kirka – PT Pertamina Gas (Pertagas) tengah mematangkan strategi peningkatan kapasitas jaringan pipa transmisi gas.

Upaya korporasi menyasar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara, guna mengantisipasi target masuknya 200 pabrik baru pada 2031 mendatang.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menegaskan ketersediaan infrastruktur energi merupakan syarat mutlak bagi percepatan industrialisasi kawasan.

Pemenuhan pasokan gas bumi berpotensi besar menarik total investasi hingga Rp129 triliun sekaligus menyerap 83.304 tenaga kerja.

“Kesiapan infrastruktur gas adalah fondasi kokoh bagi masa depan industri Sumatra Utara,” kata Mahendra, Sabtu, 26 September 2026.

Secara teknis, jaringan pipa transmisi Pertagas Operation North Sumatra Area (ONSA) sekarang mengalirkan volume rata-rata 150 sampai 170 MMSCFD dari total kapasitas desain 200 MMSCFD.

Head of District Medan Stasiun Metering Pertagas KEK Sei Mangkei, Irwan Pambudi, menyatakan perusahaan siap menambah kapasitas pipa maupun kompresor jika kebutuhan industri melonjak.

“Secara teknis masih bisa diusahakan untuk menaikkan kapasitas pipa dengan berbagai macam rekayasa,” ucap Irwan.

Sejauh pencatatan perusahaan, KEK Sei Mangkei baru menampung tujuh unit industri dengan alokasi gas sebesar 8,8 MMSCFD.

Beberapa korporasi yang telah terlayani pasokan energi meliputi Unilever Oleochemical, APIG, Evyap Sabun, dan AICE.

Melihat laju perkembangan kawasan, Mahendra Utama mengemukakan langkah strategis Pertagas sangat sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Negara sebelumnya berpesan bahwa proses hilirisasi mutlak membutuhkan jaminan ketersediaan pasokan energi.

“Kita harus melakukan hilirisasi, dan proses hilirisasi pasti membutuhkan energi,” tegas Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan.

Sejalan dengan visi Presiden, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga berpendapat bahwa hilirisasi ibarat anak tangga bagi sebuah negara berkembang untuk naik kelas menjadi negara maju.

Mahendra menjelaskan, merujuk pada teori kutub pertumbuhan (growth pole), KEK Sei Mangkei sekarang diposisikan sebagai pusat ekonomi.

Keberadaannya akan memancarkan efek multiplier ke wilayah penyangga di Sumatra Utara.

Maka dari itu, Mahendra memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen kuat mempercepat hilirisasi industri nasional, serta Menteri Bahlil Lahadalia yang terus mendorong transformasi energi.

Apresiasi serupa juga ia tujukan kepada Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza selaku Komisaris Utama Pertagas atas sinergi harmonis antara sektor perindustrian dan infrastruktur energi.

“Juga kepada para Komisaris Pertagas, dan jajaran Direksi PT Pertagas, khususnya Direktur Utama Indra P Sembiring, atas eksekusi strategis yang sangat responsif,” tutur Mahendra.