Pantang Tumbang di Kandang, Taekwondoin Lampung Siap Habis-habisan Amankan Tiket Pelatnas di Final PBTI

Pantang Tumbang di Kandang, Taekwondoin Lampung Siap Habis-habisan Amankan Tiket Pelatnas di Final PBTI
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, saat audiensi bersama PBTI dan Pengprov TI Lampung di Bandarlampung. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Ambisi besar diusung kontingen Lampung pada seri penutup Kejuaraan Nasional Taekwondo PBTI Series 2026.

Berstatus sebagai tuan rumah, para taekwondoin daerah dituntut pantang menyerah pada ajang yang dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 12 Juli 2026 mendatang demi memperebutkan tiket menuju Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Gelaran pamungkas tersebut dipastikan berjalan sengit karena menjadi titik puncak seleksi.

Tim pemandu bakat (talent scouting) bersama pelatih kepala tim nasional asal Iran akan turun tangan memantau langsung setiap pertandingan.

Target mereka sangat jelas, yakni menyaring talenta terbaik untuk mewakili bendera Indonesia di level internasional.

Wakil Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Niko, menegaskan bahwa seri kelima merupakan fase krusial bagi para peserta.

Sebelum berlabuh di tanah Sang Bumi Ruwa Jurai, kompetisi serupa telah bergulir secara berurutan di Medan, Bali, Kediri, dan Bandung.

“Hasil pemantauan dari seluruh seri, khususnya putaran final nanti, akan menjadi dasar utama kami dalam melakukan pemanggilan atlet menuju Pelatnas,” ungkap Niko, Rabu, 1 Juli 2026.

Merespons tantangan tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menyambut dengan rasa optimistis yang tinggi.

Kepercayaan dari pusat dinilai sebagai peluang emas yang wajib dimaksimalkan oleh para petarung lokal untuk mencuri perhatian tim penyeleksi.

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, bahkan langsung mematok target progresif.

Pihaknya berharap cabang olahraga taekwondo sanggup menyumbangkan setidaknya dua medali emas sebagai modal persiapan menghadapi berbagai multievent bergengsi ke depan.

“Tentu menjadi sebuah keuntungan besar bertanding di hadapan publik sendiri.

“Kami mendorong para atlet membuktikan kualitasnya, bertarung habis-habisan, dan memastikan diri masuk dalam radar pelatih tim nasional,” tegas Riagus.

Selain berfokus pada turnamen utama, audiensi antara PBTI dan pengurus daerah juga mematangkan rencana penyelenggaraan Kampus League.

Program kompetisi yang menyasar kalangan mahasiswa tersebut rencananya bakal menggandeng Universitas Lampung (Unila) sebagai mitra strategis.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, Gedung Serba Guna (GSG) Unila dinyatakan sangat layak untuk disulap menjadi arena pertarungan antar-perguruan tinggi.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pencarian bakat.

“Melalui wadah pembinaan di lingkungan kampus, kami meyakini proses regenerasi atlet taekwondo daerah bisa berjalan jauh lebih matang dan berkesinambungan,” pungkas Riagus.