Kirka – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merilis peta sebaran pendaftaran mahasiswa baru tahun 2025.
Dari total 2,15 juta lulusan sekolah menengah yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi, faktanya distribusi kuota antar provinsi masih menampakkan disparitas tajam.
Jawa Tengah tampil sebagai primadona utama dengan menyerap 340.300 orang, berbanding terbalik secara drastis dengan Kalimantan Utara yang terdampar di dasar klasemen lewat 3.151 pendaftar.
Dominasi Pulau Jawa terbukti belum tergoyahkan dalam struktur pendidikan nasional.
Setelah Jawa Tengah, arus pendaftar terbesar mengalir deras ke Jawa Timur sebanyak 269.698 orang dan Jawa Barat dengan 238.786 orang.
Ibu Kota DKI Jakarta mengekor pada urutan keempat melalui serapan 184.748 orang.
Sementara DI Yogyakarta, meski menduduki peringkat ketujuh nasional dengan 98.610 orang, tetap mempertahankan daya pikatnya sebagai destinasi akademik bernuansa historis alias Kota Pelajar.
Merujuk pada catatan resmi kementerian, tingginya angka partisipasi masyarakat untuk kuliah patut diapresiasi lantaran mencerminkan tren positif literasi masyarakat.
Kendati demikian, pemusatan lokasi studi justru melahirkan persoalan baru.
“Tingginya jumlah pendaftar di sejumlah wilayah membuktikan semakin terbukanya akses pendidikan.
“Namun, realita lapangan memperlihatkan bahwa aktivitas masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga menyisakan tantangan berupa ketimpangan akses antarprovinsi,” urai laporan Kemdiktisaintek, dilansir pada Senin, 29 Juni 2026.
Menengok ke luar Jawa, Sumatera Utara mencuat sebagai daerah dengan magnet edukasi terkuat lantaran sukses menjaring 106.406 orang.
Perolehan tersebut ditempel ketat oleh wilayah timur, yakni Sulawesi Selatan yang sanggup menembus 99.027 orang.
Berturut-turut di belakangnya diisi oleh Sumatera Barat (58.529), Aceh (49.001), dan Riau (44.490). Adapun Lampung membukukan 42.914 pendaftar.
Ironisnya, realisasi serapan kampus di kawasan kepulauan maupun provinsi pinggiran belum mampu berbicara banyak.
Tepat di atas Kalimantan Utara yang berstatus juru kunci, Kepulauan Bangka Belitung hanya mendata 5.699 mahasiswa baru.
Angka yang minim turut terekam di Sulawesi Barat sebanyak 6.573 orang, serta Maluku Utara dengan 7.805 orang.
Fakta statistik di atas menandakan perlunya percepatan pemerataan infrastruktur kampus oleh pemerintah pusat maupun daerah.






