Pantang Meleset dari Standar Pusat, KONI Lampung Desain Venue PON 2032 Bertaraf Internasional

Pantang Meleset dari Standar Pusat, KONI Lampung Desain Venue PON 2032 Bertaraf Internasional
Jajaran KONI Lampung membedah maket rancang bangun stadion utama. Langkah mitigasi sejak dini dilakukan demi memastikan kelayakan sarana PON 2032 sesuai kualifikasi nasional. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mematok standar tinggi.

Guna mencegah kesalahan konstruksi fasilitas olahraga, seluruh rancang bangun gedung dan lapangan wajib berpedoman pada kualifikasi nasional maupun internasional.

Sikap itu mengemuka usai jajaran pengurus KONI duduk bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Cipta Karya Provinsi Lampung.

Rapat koordinasi menyepakati spesifikasi fisik bangunan harus presisi mengikuti regulasi teknis pengurus pusat tiap cabang olahraga.

Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, menyampaikan kebutuhan mendesak akan kehadiran sebuah stadion utama yang mumpuni.

Ketersediaan ruang publik multifungsi merupakan prioritas pengerjaan daerah.

“Setidaknya kita harus membangun stadion standar nasional yang diperuntukkan selain untuk sepak bola, juga untuk upacara pembukaan/penutupan PON serta sarana atletik yang standar,” ujar Riagus, Rabu, 22 April 2026.

Fokus pembangunan meluas melebihi lapangan hijau.

Arena akuatik, gedung senam, lapangan tembak, area kriket, hingga landasan paramotor masuk daftar eksekusi utama.

Panduan rancang bangun bagi seluruh calon bangunan baru merujuk langsung pada temuan visitasi tim pusat.

Langkah mitigasi dipersiapkan sedari awal agar infrastruktur olahraga kelak memenuhi syarat mutlak pertandingan resmi, sekaligus memutus rantai masalah gagal fungsi akibat spesifikasi teknis yang terabaikan.