Nongkrong Bareng Komunitas Motor, Gubernur Mirza Pastikan Ekonomi Lampung Terus Ngegas

Nongkrong Bareng Komunitas Motor, Gubernur Mirza Pastikan Ekonomi Lampung Terus Ngegas
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (tengah), menerima helm dari perwakilan komunitas biker dalam acara Jabat Tangan Ride GASPOOL di Cafe Bun Kopi, Bandarlampung. Foto: Arsip Diskominfotik/Kirka/I

Kirka – Sektor pertanian terbukti menjadi penggerak utama roda perekonomian Provinsi Lampung.

Berkah naiknya harga hasil panen sukses mendongkrak daya beli warga pedesaan, yang berujung pada lonjakan penjualan kendaraan bermotor di berbagai kabupaten.

Fakta menggembirakan itu disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat bersilaturahmi dengan kalangan pencinta otomotif.

Pertemuan santai bertajuk Jabat Tangan Ride GASPOOL (Gerak Anak Muda dan Sinergi Pembangunan Lampung) itu berlangsung di Cafe Bun Kopi, kawasan PKOR Way Halim, Minggu, 12 April 2026.

Di hadapan para biker, Gubernur Mirza memaparkan arah kebijakan pembangunan pemerintahannya.

Penguatan ekonomi desa sekarang ditetapkan sebagai fondasi utama pertumbuhan.

Logikanya, desa yang tangguh secara finansial otomatis akan memacu perputaran uang merambat hingga ke wilayah perkotaan.

Gubernur menjelaskan, tingginya nilai jual komoditas andalan seperti padi, jagung, dan singkong memberi dampak langsung pada kesejahteraan petani.

Indikator paling nyata terlihat dari tingginya angka pembelian motor baru oleh masyarakat di luar ibu kota provinsi.

Tren positif tersebut diyakini terus berlanjut sepanjang tahun berjalan, asalkan harga pangan tetap stabil atau makin membaik.

Obrolan bersama komunitas roda dua tersebut juga menyinggung harapan masyarakat luas soal infrastruktur.

Merespons kebutuhan akses jalan mulus, gubernur membawa kabar baik terkait pemanfaatan anggaran daerah.

Ia memastikan program pemutihan pajak kendaraan yang diserbu warga tahun lalu, sekarang siap dikembalikan manfaatnya ke publik.

Seluruh pendapatan dari program pemutihan pajak dipastikan mengalir penuh untuk membiayai perbaikan jalan raya.

Langkah memperbaiki fasilitas publik tersebut pantang ditunda demi menekan biaya logistik, memperlancar distribusi hasil bumi, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh pelosok bumi Ruwa Jurai.