KIRKA – Bensin etanol ramah lingkungan produksi PTPN Group dibanderol sekitar Rp13.500 per liter.
Bensin etanol atau bioetanol diproduksi salah satu anak usaha PTPN Group yaitu PT Energi Agro Nusantara.
Bioetanol merupakan campuran antara BBM konvensional dan nabati etanol yang berasal dari molase tebu.
PT Energi Agro Nusantara bersama PT Pertamina Patra Niaga, Kementerian ESDM Ditjen EBTKE dan Balai Besar Pengujian Migas (LEMIGAS), telah melakukan uji coba terhadap penggunaan bensin etanol pada Selasa (6/6/2023) lalu di Surabaya.
Baca Juga: PalmCo Tawarkan Saham Perdana Hingga Rp10 Triliun
Pengujian bensin etanol dilakukan menggunakan kendaraan Toyota Kijang Innova Reborn matic in line 16 Valve DOHC dual VVT-i (137 Ps @5600RPM) dengan menempuh jarak harian 500 km/hari.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengatakan langkah ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan minyak berbahan baku fosil.
“PTPN Group berkomitmen kuat dalam mengembangkan energi terbarukan berbasis bahan bakar yang ramah lingkungan,” ujar dia dikutip dari laman media sosial Holding Perkebunan yang diunggah pada Kamis (15/6/2023).
Uji coba bensin etanol ramah lingkungan ini merupakan implementasi nyata dari pendekatan Environment, Social, and Governance (ESG) yang dipegang oleh PTPN Group.
Bensin etanol salah satu jenis BBN (Bahan Bakar Nabati) yang ramah lingkungan.
Dikutip dari Bisnis.com, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengajukan HIP (Harga Indeks Pasar) untuk BBN jenis bioetanol.
Usulan itu disampaikan di tengah pembahasan kerja sama holding perkebunan pelat merah dengan PT Pertamina (Persero) untuk segera menjalankan uji coba pasar atau market trial untuk produk bauran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan bioetanol 5 persen (E5) akhir Juni 2023.
CEO subholding perkebunan tebu PTPN, Sugar Co Aris Toharisman mengatakan HIP yang diajukan itu relatif dapat memenuhi aspek keekonomian produksi bioetanol di tingkat produsen.
Baca Juga: Shinta Wijaya Kamdani Terpilih sebagai Ketua Umum Apindo 2023-2028
Kendati demikian, usulan itu masih dimatangkan kedua perusahaan milik negara tersebut.
“Kami masih menunggu kebijakan dari pengguna bioetanol fuel grade tersebut, kalau HIP tadi bisa diterima kami bisa segera action,” kata Aris, Senin (19/6/2023).
Adapun, HIP yang diajukan oleh PTPN III untuk produk bensin etanol tersebut berada di kisaran Rp13.500 per liter.
Dalam waktu dekat, PTPN III bakal menandatangani nota kesepahaman bersama Pertamina berkaitan dengan program bauran bensin dengan turunan tetes tebu tersebut.






