Kebun Raya Itera Diresmikan dan Terbuka untuk Umum

Kebun Raya Itera Diresmikan dan Terbuka untuk Umum
Dari kiri-kanan, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung Maria Doeni Isa, Rektor Itera Prof Mitra Djamal, Deputi Riset dan Inovasi BRIN Dr R Hendrian, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Ir Kusnardi, meresmikan Kebun Raya Itera pada Rabu, 8 Juni 2022. Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Kebun Raya Itera diresmikan dan terbuka untuk umum pada Rabu, 8 Juni 2022.

Kebun raya kedua di Indonesia yang dikelola perguruan tinggi tersebut diresmikan oleh Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof Mitra Djamal, dan dihadiri Perwakilan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Pemerintah Provinsi, dan Kabupaten/Kota di Lampung.

Baca Juga : Kebun Raya Itera Warisan untuk Generasi Mendatang

“Syukur alhamdulilah, Kebun Raya Itera menjadi kebun raya di dalam Lingkungan Kampus di Indonesia yang pertama diresmikan hari ini,” ujar Rektor.

Saat ini hanya ada 3 Kebun Raya di bawah perguruan tinggi yakni Kebun Raya Universitas Haluoleo dan Kebun Raya Universitas Palangkaraya.

Kebun Raya Itera mengusung tema Konservasi Tumbuhan Pamah Sumatera yakni konservasi tumbuhan dataran rendah Sumatera yang menjadi ciri khas.

Prof Mitra Djamal menyampaikan, saat ini, Kebun Raya Itera sudah menjalankan 5 fungsi yakni konservasi, pendidikan, penelitian, wisata lingkungan, dan jasa layanan ekosistem.

“Sudah ada lebih dari 50 riset yang dilakukan di kebun raya, 16 Jenis Pratikum mahasiswa yang rutin dilakukan dengan memanfaatkan berbagai koleksi di Kebun Raya Itera,” kata dia.

Rektor Itera Prof Mitra Djamal mengapresiasi Kementerian PUPR dan BRIN atas pembangunan infrastruktur kebun raya dan pendampingan terhadap Kebun Raya Itera.

Kepala UPT Konservasi Flora Sumatera-Kebun Raya Itera, Dr Adi Pancoro, menjelaskan koleksi tanaman kebun raya diperoleh dari hasil eksplorasi di habitat alami dan donasi Kebun Raya Bogor.

Pengumpulan jenis-jenis tanaman disesuaikan dengan tema Kebun Raya Itera yaitu konservasi tumbuhan pamah khas Sumatera.

“Ada 30-40 persen dari luas kebun raya sebagai space untuk tanaman koleksi,” kata Adi Pancoro.

Sejak dibangun empat tahun lalu, koleksi tanaman Kebun Raya Itera sudah mencapai 2.000 spesimen tanaman.

“Ke depan, 10-20 tahun, ini akan menjadi kebanggaan tersendiri. Kebun Raya Itera bisa menjadi tempat wisata. Apalagi jaraknya tidak jauh dari pintu Tol Trans Sumatera,” ujar dia.

Tanaman yang sudah dikonservasi untuk jenis non anggrek sejumlah lebih dari 300 spesies dan jenis anggrek 34 spesies yang berasal dari Lampung, Indonesia bahkan luar negeri.

Kebun Raya Itera juga telah membangun Gaharu Center sebagai pusat riset gaharu di Sumatera dan Indonesia.

Hingga saat ini, pembangunan infrastruktur Kebun Raya Itera baru berjalan 25 persen masih banyak fasilitas pendukung yang belum dibangun.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Ir Kusnardi, mengapresiasi hadirnya Kebun Raya Itera, Lampung Selatan.

Provinsi Lampung menjadi satu-satunya daerah di Sumatera yang memiliki dua kebun raya dan menambah jumlah kebun raya di Sumatera menjadi tujuh,” kata dia mewakili Gubernur Lampung.

Baca Juga : Bima Arya Mengajak Mahasiswa Itera Mengikuti Jejak Greta Thunberg

Lima kebun raya lainnya adalah Kebun Raya Samosir (Sumatera Utara), Kebun Raya Solok (Sumatera Barat), Kebun Raya Batam (Kepulauan Riau), Kebun Raya Bukit Sari (Jambi), Kebun Raya Sriwijaya (Sumatera Selatan).