KIRKA – Kebun Raya Itera warisan untuk generasi mendatang setelah diresmikan pada Rabu, 8 Juni 2022, oleh Rektor Itera Prof Mitra Djamal, Deputi Riset dan Inovasi BRIN Dr R Hendrian, dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung Maria Doeni Isa.
Baca Juga : Kebun Raya Itera Diresmikan dan Terbuka untuk Umum
“Ini adalah legacy dari semua pihak. Saya kira generasi mendatang tentu akan menikmati manfaat yang luar biasa dari Kebun Raya Itera ini,” kata Deputi Riset dan Inovasi BRIN Dr R Hendrian.
Ecosystem services atau layanan jasa ekosistem yang diberikan kebun raya Institut Tekonologi Sumatera jauh lebih besar nilainya dibandingkan harga tiket yang akan diberlakukan nantinya.
“Betapa pentingnya peran kebun raya bagi ecosystem services di daerah sekitar, dalam hal ini Kota Bandar Lampung,” ujar Hendrian.
Dia mengajak semua pihak untuk menggaungkan bahwa Kebun Raya Itera bukan sekedar taman untuk bermain, tempat untuk jogging, tapi untuk konservasi, riset, pendidikan, dan wisata lingkungan.
“Hari ini kita melihat kondisi Kebun Raya Itera yang mungkin baru ditanam, baru tinggi 2-3 meter. Menurut saya amat sangat bisa dimaklumi. Kebun Raya Bogor bisa seperti sekarang memerlukan waktu 205 tahun,” jelas dia.
Kementerian PUPR Dukung Pembangunan Kebun Raya Itera
Kementerian PUPR sangat mendukung pembangunan Kebun Raya Itera di Lampung Selatan.
Perwakilan Menteri PUPR, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung, Maria Doeni Isa, menyampaikan pembangunan Kebun Raya Itera dilakukan dalam dua tahap oleh Ditjen Cipta Karya.
Tahap I pada 2018 dengan nilai pengerjaan sebesar Rp14,8 M untuk gedung kantor, labirin, power house, dan landscape.
Tahap II pada 2021 Ditjen Cipta Karya membangun jalan akses kebun raya, drainase, rumah kaca, tiga paranet, dengan total pengerjaan senilai Rp16,66 M.
“Kementerian PUPR sangat mendukung kegiatan penataan infrastruktur kampus Itera maupun Kebun Raya Itera,” kata Maria.
Dukungan Kementerian PUPR diberikan melalui bantuan infrastruktur sejak tahun 2015.
Kemudian Ditjen Sumber Daya Air melakukan pembangunan embung dari 2015-2020 dengan total anggaran kurang lebih Rp80 M.
Ditjen Penyediaan Perumahan membangun rusunawa pada 2016 sebesar Rp40 M, pada 2017 sebesar Rp20 M, pada 2018 sebesar Rp20 M, dan pada 2021 sebesar Rp26 M.
“Dari Ditjen Bina Marga ada pembangunan jalan akses masuk di depan bundaran Rektorat Itera sebesar Rp26 M,” ujar Maria.
Kementerian PUPR, lanjut dia, mendorong pihak Kemendikbud Ristekdikti untuk segera memproses hibah alih status barang milik negara (BMN) dari semua kegiatan Kementerian PUPR di kampus Itera dan Kebun Raya Itera.
“Supaya operasional pemeliharaannya menjadi tanggung jawab Itera,” kata dia.
Baca Juga : Pemilihan Rektor Itera 2022 Ditunda oleh Kemdikbud Ristek
Pada kesempatan tersebut, Maria Doeni Isa, menyampaikan amanat Menteri PUPR agar Kebun Raya Itera dapat memenuhi visinya sebagai forest campuss.
“Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk seluruh sivitas akademik Itera dan masyarakat Provinsi Lampung, serta sivitas akademik Pulau Sumatera,” pungkas dia.






