KIRKA – PT Hutama Karya (Persero) menargetkan 5 ruas Jalan Tol Trans Sumatera rampung di 2023.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro, mengatakan 5 ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang rampung di 2023 yakni:
- Tol Simpang Indralaya – Muara Enim (Seksi Simpang Indralaya – Prabumulih);
- Indrapura – Kisaran (Seksi 1 dan 2);
- Binjai – Langsa (Seksi Binjai – Pangkalan Brandan);
- Sigli – Banda Aceh (Seksi 1,5,6); dan
- Tol Pekanbaru – Padang (Seksi Bangkinang – Pangkalan).
“Keseluruhan ruas tersebut progres pembangunannya sudah cukup signifikan yakni rata-rata di atas 50 persen,” ujar Koentjoro dalam keterangannya, Senin, 23 Januari 2023.
Baca Juga: Jokowi Resmikan Ruas Tol Trans Sumatera Desember 2022
Dia menyampaikan penambahan panjang ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di tahun ini menjadi salah satu faktor pendukung dalam pengembangan kawasan di wilayah Sumatera.
“Kehadiran JTTS merupakan vehicle bagi pertumbuhan perekonomian makro dan mikro di Sumatera,” kata dia.
Hal ini sejalan dengan misi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan perekonomian yang merata.
“Adapun strategi Hutama Karya dalam percepatan penyelesaian ruas ini dengan penggunaan teknologi dan digitalisasi konstruksi guna tepat mutu dan waktu,” ujar Koentjoro.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menugaskan Hutama Karya untuk mengoperasikan 14 ruas jalan tol yang termasuk dalam Tahap I pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera selambat-lambatnya pada 2024 mendatang.
Instruksi itu tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.
Pengusahaan 14 ruas jalan tol dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan meliputi pengusahaan ruas Jalan Tol Tahap I, pengusahaan ruas Jalan Tol Tahap II, pengusahaan ruas Jalan Tol Tahap III dan pengusahaan ruas Jalan Tol Tahap IV.
“Pengoperasian ruas Jalan Tol Tahap I dan sebagian Tahap II sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 huruf a dilaksanakan paling lambat akhir 2024,” seperti dikutip dari Perpres RI Nomor 131 Tahun 2022.
Baca Juga: Terminal Rajabasa Diharapkan Terkoneksi dengan Tol Trans Sumatera
Dalam hal pengoperasian ruas Jalan Tol Tahap I dan sebagian Tahap II tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan tindakan penyelesaian berdasarkan hasil evaluasi dan pertimbangan Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri BUMN.
Penugasan kepada Hutama Karya untuk melakukan pengusahaan ruas jalan tol Tahap I meliputi kegiatan pendanaan, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan.
Dalam rangka percepatan pembangunan ruas Jalan Tol Tahap II pendanaan dapat bersumber dari kreditor swasta asing atau pinjaman dalam negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berikut ini tahap pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Tahap 1 dan 2:
Tahap I
a. ruas Jalan Tol Medan – Binjai;
b. ruas Jalan Tol Palembang – Simpang Indralaya;
c. ruas Jalan Tol Pekanbaru – Dumai;
d. ruas Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar;
e. ruas Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang;
f. ruas Jalan Tol Pematang Panggang – Kayu Agung;
g. ruas Jalan Tol Kisaran – Indrapura;
h. Jalan Tol Kuala Tanjung – Indrapura – Tebing Tinggi – Pematang Siantar (bagian dari ruas Jalan Tol Kuala Tanjung – Indrapura -Tebing Tinggi – Parapat);
i. Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan (bagian dari ruas Jalan Tol Binjai – Langsa);
j. ruas Jalan Tol Sigli – Banda Aceh;
k. Jalan Tol Simpang Indralaya – Prabumulih (bagian dari ruas Jalan Tol Simpang Indralaya- Muara Enim);
l. Jalan Tol Taba Penanjung – Bengkulu (bagian dari ruas Jalan Tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu);
m. Jalan Tol Sicincin – Padang (bagian dari ruas Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukittinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung – Padang);
n. Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Koto Kampar (bagian dari ruas Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukittinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung – Padang).
Tahap II
a. ruas Jalan Tol Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi;
b. ruas Jalan Tol Jambi – Rengat;
c. ruas Jalan Tol Rengat – Pekanbaru;
d. ruas Jalan Tol Pelabuhan Panjang – Lematang.
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Tahap 3 dan 4:
Tahap III
a. ruas Jalan Tol Dumai – Simpang Sigambal – Rantau Prapat;
b. ruas Jalan Tol Rantau Prapat – Kisaran;
c. Jalan Tol Pangkalan Brandan – Langsa (bagian dari ruas Jalan Tol Binjai – Langsa);
d. ruas Jalan Tol Langsa – Lhokseumawe;
e. ruas Jalan Tol Lhokseumawe – Sigli.
Tahap IV
a. Jalan Tol Prabumulih – Muara Enim (bagian dari ruas Jalan Tol Simpang Indralaya – Muara Enim);
b. ruas Jalan Tol Muara Enim – Lahat – Lubuk Linggau;
c. Jalan Tol Lubuk Linggau – Taba Penanjung (bagian dari ruas Jalan Tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu);
d. Jalan Tol Payakumbuh – Sicincin (bagian dari ruas Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukit Tinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung – Padang);
e. Jalan Tol Pangkalan – Payakumbuh (bagian dari ruas Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukittinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung – Padang);
f. Jalan Tol Koto Kampar – Pangkalan (bagian dari ruas Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukittinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung – Padang);
g. Jalan Tol Pematang Siantar – Parapat (bagian dari ruas Jalan Tol Kuala Tanjung – Indrapura- Tebing Tinggr – Parapat);
h. ruas Jalan Tol Parapat – Tarutung – Sibolga;
i. ruas Jalan Tol Batu Ampar – Muka Kuning – Bandara Hang Nadim.






