Menu
Precision, Actual & Factual

Tuntutan Pengemplang Pajak 10 M Belum Fix, Lanjut Habis Lebaran

  • Bagikan
Terdakwa Pengemplang Pajak Kopi Ida Laila. Foto Dok Kejari Tanggamus

KIRKA.CO – Perkara pengemplangan pajak kopi Rp10 Miliar yang menjerat Ida Laila menjadi terdakwa dalam perkara ini, kembali harus ditunda persidangan lanjutannya lantaran berkas penuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanggamus belum juga siap.

Penundaan kembali persidangan yang dijadwalkan digelar Senin kemarin (10/05) dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU tersebut, dikarenakan pada pekan kemarin (03/05) terdakwa Ida Laila menyerahkan dua sertifikat aset miliknya melalui kuasa hukumnya sebagai pengganti kerugian negara yang dititipkan melalui JPU.

Hal yang dianggap sebagai itikad baik dari terdakwa itu, tentunya akan turut mempengaruhi tuntutan hukuman dari jaksa yang telah dibuat sebelumnya, yang kini menjadi sebuah pertimbangan hal-hal yang meringankan bagi Ida Laila.

“Terkait persidangan perkara pajak atas nama terdakwa Ida Laila kembali harus tertunda, kami masih menunggu hasil perhitungan dari dua aset yang diserahkan untuk menentukan tuntutan nanti,” ungkap Rizka Saputra Kasi Intel Kejari Tanggamus melalui whatsapp (11/05).

Dalam perkara ini, diketahui Ida Laila sendiri pada perkara ini merupakan seorang yang berstatus sebagai Ketua sekaligus pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUB,red) Rendingan sebagai wajib pajak dengan NPWP 03.296.621.0-325.000, ia diseret ke meja hijau lantaran disangkakan dengan sengaja tidak melakukan penyetoran PPN 10% setelah melakukan pemungutan pajak PPN 10% untuk masa pajak terutang masa Januari 2016 sampai dengan Desember 2018 dari sejumlah transaksi penjualan biji kopi kepada PT. Nestle Indonesia, PT. LCD Trading, PT. Torabika Eka Semesta dan PT. Olam Indonesia.

Dimana berdasarkan Laporan Ahli Penghitung Kerugian pada Pendapatan Negara atas Kasus Tindak Pidana Perpajakan yang diduga dilakukan oleh KUB Rendingan dengan NPWP 03.296.621.0-325.000 dengan Terdakwa Ida Laila tanggal 19 Oktober 2020 telah ditemukan Kerugian pada Pendapatan Negara sebesar Rp10.067.042.188,- (sepuluh miliar enam puluh tujuh juta empat puluh dua ribu seratus delapan puluh delapan rupiah).

  • Bagikan