Tak Ingin Lepas Peluang PON 2032, KONI Lampung Bergegas Poles Arena Olahraga UIN Raden Intan

Tak Ingin Lepas Peluang PON 2032, KONI Lampung Bergegas Poles Arena Olahraga UIN Raden Intan
Jajaran pengurus KONI Lampung dan Rektorat UIN Raden Intan mematangkan rencana pemakaian arena olahraga kampus demi memuluskan langkah Lampung sebagai tuan rumah PON 2032. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Usaha Provinsi Lampung untuk merebut status tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 semakin masif.

Menjelang kedatangan tim penilai dari pusat, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah setempat kini membidik fasilitas olahraga milik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) sebagai salah satu lokasi unggulan.

Pemantauan sekaligus pembahasan awal dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, melalui kunjungan kerja ke kampus tersebut pada Kamis, 9 April 2026.

Bersama Wakil Ketua IV Bidang Organisasi, Chrisna Putra, rombongan duduk bersama Rektor UIN Raden Intan, Prof. H. Wan Jamaluddin, guna merumuskan langkah pemanfaatan sarana yang ada.

Taufik menjelaskan bahwa menggandeng institusi pendidikan tinggi merupakan langkah cerdas demi melengkapi kebutuhan infrastruktur.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor membawa dampak ganda bagi kemajuan dunia olahraga bumi Ruwa Jurai.

“Kolaborasi bersama kampus punya peran sangat penting.

“Kita tidak sekadar memakai gedung atau lapangan untuk persiapan penilaian, tetapi sekaligus membangun ekosistem pembinaan atlet agar prestasi daerah ikut terdongkrak,” papar Taufik, dilansir pada Jumat, 10 April 2026.

Gagasan tersebut mendapat respons positif. Prof. Wan Jamaluddin menyatakan kesediaan penuh institusinya untuk turun tangan membantu persiapan daerah.

Pihak kampus dipastikan siap mendukung proses pembenahan arena agar kelak sesuai dengan standar kelayakan nasional.

Melalui pelibatan UIN Raden Intan ke dalam daftar lokasi peninjauan, pihak komite berharap tim visitasi dari Jakarta bisa melihat wujud nyata kesiapan daerah.

Optimalisasi bangunan yang sudah berdiri kokoh di area kampus dinilai jauh lebih efektif guna meyakinkan pusat bahwa provinsi ujung Pulau Sumatera tersebut benar-benar layak menggelar perhelatan olahraga terbesar di Tanah Air.