Kirka – Mimpi Provinsi Lampung untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII pada tahun 2032 terus diperjuangkan.
Pemerintah daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat tengah mematangkan berbagai persiapan jelang kedatangan tim penilai kelayakan dari pusat.
Sebagai bentuk keseriusan, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, turun langsung memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Kamis, 9 April 2026.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas pembagian tugas agar penyambutan tim visitasi berjalan mulus tanpa celah.
Marindo berpesan agar seluruh jajaran birokrasi bekerja maksimal dan saling menopang.
Ia menekankan bahwa gotong royong antarinstansi sangat dibutuhkan untuk membuktikan kesiapan daerah menggelar pesta olahraga terbesar di tanah air.
“Seluruh OPD harus bergerak dan berkontribusi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, sehingga pelaksanaan visitasi berjalan sukses dan persiapan menuju PON 2032 dapat terlaksana dengan optimal,” tegas Marindo.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, utusan penilai dari pusat akan tiba pada 15 April 2026.
Rencananya, Gubernur Lampung bakal menyambut langsung rombongan tersebut di Mahan Agung.
Momen pertemuan nanti akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk memaparkan kesiapan infrastruktur, sarana prasarana, serta tingginya antusiasme masyarakat luas.
Dari sisi pembinaan prestasi, persiapan di lapangan juga dikawal ketat oleh Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, yang didampingi Wakil Ketua IV, Chrisna Putra, beserta jajaran pengurus harian.
Kekompakan antara pengambil kebijakan dan pegiat olahraga menjadi modal utama untuk menyamakan persepsi sekaligus menyempurnakan data presentasi.
Lewat sinergi yang terbangun erat, publik tentu berharap proses penilaian membuahkan hasil positif.
Jika hak penyelenggaraan PON berhasil dikantongi, momen tersebut tidak hanya mengangkat nama baik daerah, melainkan juga membuka jalan bagi peningkatan kualitas fasilitas umum dan roda perkenomian warga setempat.






