KIRKA – Pelaksana Tugas Rektor Universitas Lampung (Unila), Dr Mohammad Sofwan Effendi mengatakan pembangunan rumah sakit Unila lelang konstruksi di awal 2023.
“Insyaallah di awal 2023 sudah mulai lelang karena target kita di akhir 2024, pembangunan rumah sakit selesai,” kata dia, Rabu, 30 November 2022, lalu.
Saat ini, lanjut dia, pembangunan rumah sakit perguruan tinggi negeri (RSPTN) Unila sedang menunggu persetujuan dari Asian Development Bank (ADB) terkait DED (Detail Engineering Design).
“DED sudah dibuat, tapi DED tidak boleh diberlakukan sebelum direview oleh Konsultan Perencana yang ditunjuk oleh ADB,” ujar dia.
Mohammad Sofwan Effendi mengatakan sejauh ini proses pembangunan Rumah Sakit Unila masih pada tahapan penetapan Konsultan Perencana.
“Pembangunan rumah sakit baru disetujui oleh ADB tentang penetapan Konsultan Perencana,” kata Direktur Sumber Daya pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi ini.
Lelang konstruksi Rumah Sakit Unila direncanakan berlangsung pada awal tahun 2023 setelah proses review DED oleh Konsultan Perencana.
Direncanakan rumah sakit Unila lelang konstruksi di awal 2023 mendatang.
“Sekarang Konsultan Perencana sudah ada, DED sedang proses, ketika nanti disetujui maka proses selanjutnya adalah MK (Manajemen Konstruksi). Langsung lelang konstruksi,” kata Mohammad Sofwan Effendi.
Plt Rektor Unila ini memastikan pembangunan RSPTN Unila tetap berjalan bersama lima perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
“Tetap berjalan. Pinjaman ADB itu tidak hanya untuk Unila. Ada enam universitas yang diberikan pinjaman oleh ADB,” ujar dia.
Baca Juga: Korupsi Unila Mengundang Ironi
Keenam perguruan tinggi yang menerima pinjaman dari ADB yaitu Universitas Lampung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Surabaya), Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Malikussaleh (Aceh), dan UKI Bandung.
ADB telah menyetujui pinjaman senilai Rp600 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Unila.
Mohammad Sofwan Effendi mengatakan pengembalian pinjaman ADB menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia.
“Perjanjian pinjaman antara Kementerian Keuangan RI dengan ADB. Jadi yang penjamin itu pemerintah,” pungkas dia.
ADB mendanai pembangunan rumah sakit Unila untuk memperkuat pendidikan kedokteran di tengah pandemi Covid-19.
Rumah sakit tersebut akan dikhususkan untuk menangani penyakit infeksi tropis, gangguan metabolisme, geriatri, dan rehabilitasi medik.
Proyek ini juga akan membangun sebuah pusat penelitian dengan lima laboratorium dan program penelitian multidisiplin di bidang kesehatan dan ilmu hayati.
Baca Juga: Mahasiswa Jalur Mandiri Fakultas Kedokteran Unila Dukung KPK






