KIRKA – Polda Lampung temukan penyebab 2 ton ikan terdampar di kawasan perairan timur Teluk Lampung pada 7 Oktober 2022 kemarin.
Berdasar catatan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bandar Lampung, ikan yang terdampar mencapai 2 ton tersebut didominasi jenis ikan tanjan dan cukong.
Polda Lampung melalui Polairud Batu Payung melakukan penyelidikan dan turun langsung memeriksa peristiwa yang menjadi topik pembicaraan di Lampung tersebut.
Baca juga: Boyamin Saiman Ungkap Alasan Mengapa Polda Lampung Dipraperadilankan
Berdasar pada temuannya yang dirilis Bidang Humas Polda Lampung, ikan-ikan yang terdampar atau dianggap secara tiba-tiba naik ke darat itu disebabkan jaring dari salah satu nelayan.
”Hasil pengecekan yang dilakukan anggota pangkalan Polairud Batu Payung di Dermaga PT Sarana Mitra Beton (SMB), (kejadian itu) murni karena tergiring oleh nelayan yang menggunakan jaring untuk mencari ikan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad pada 8 Oktober 2022.
Di sisi lain, kejadian dimana ikan-ikan terdampar ke tepi pantai itu diduga memiliki korelasi dengan salah satu fenomena oseanografi.
Baca juga: Polda Lampung Terima Perhitungan Kerugian Negara Kasus Jalan Sutami Dari BPK
Dalam paparan Polda Lampung, kejadian tersebut yang jelas bukan lah diakibatkan adanya dugaan limbah. Hanya saja, tinggi permukaan air laut katanya kebetulan sejajar dengan dermaga.
“Ikan-ikan itu tergiring oleh jaring nelayan sehingga ikan lari ke arah daratan. Kebetulan kondisi situasi terang karena adanya sinar lampu di sekitar dermaga yang kebetulan permukaan air laut nya hampir sejajar dengan dermaga sehingga ikan tersebut loncat ke daratan,” ungkap dia lagi.
Kejadian ini menghebohkan warga setempat yang menyaksikan ribuan ikan terdampar ke tepi pantai. Peristiwa ini dikabarkan terjadi di beberapa tempat, yakni di Kota Bandar Lampung maupun di Kabupaten Lampung Selatan.
Warga sekitar ramai mengabadikan kejadian itu lewat video dan beredar luas pada 7 Oktober 2022 malam.
Berdasar pada pengamatan pada beberapa video yang tersebar, kejadian itu disebut warga setempat sebagai rejeki.
Warga sekitar lokasi kejadian takjub dan beramai-ramai mengambil ikan yang terdampar menggunakan ember miliknya masing-masing. Ikan yang terdampar dan masih dalam kondisi hidup itu diambil sebanyak-banyaknya.






