“Ini merupakan bentuk konsistensi kedua pihak dalam menunjukkan komitmen transisi energi menuju net zero emission 2060,” demikian kata Fadli, dikutip dari laman https://www.pertamina.com, Rabu (7/2/2024).
Proses pembangkitan PLTBg memanfaatkan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) dari pabrik kelapa sawit milik PTPN III yang diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Limbah POME tersebut ditampung di kolam penampung yang tertutup (covered lagoon) sehingga tidak menimbulkan emisi karena gas metana yang dihasilkan Limbah POME tidak terlepas ke atmosfer.
Baca juga: Cara Beli BBM Bersubsidi dari Aplikasi MyPertamina
Selanjutnya gas metana tersebut lalu diproses untuk menghasilkan energi listrik dengan kapasitas 2,4 MW. Estimasi awal kredit karbon yang dapat dihasilkan dari proyek ini adalah 15 ribu sampai dengan 25 ribu ton CO2 per tahun.
Sementara itu, Denaldy Mulino mengatakan, bahwa sektor Perkebunan yang berkelanjutan memainkan peran penting dalam pelestarian lingkungan. “Kolaborasi ini memberi kami peluang untuk mengoptimalkan manfaat lingkungan dari kegiatan kami, sekaligus membuka pintu bagi diversifikasi pendapatan melalui kredit karbon,” ujarnya.
Kesepakatan ini juga mencakup kerjasama dalam kajian dan pengembangan inovasi dan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam operasi keduanya, serta implementasi proyek dan potensi lain yang dapat menghasilkan kredit karbon juga menjadi bagian dari kesepakatan ini.






