Menu
Precision, Actual & Factual

Penampakan Super Blood Mood Dari Observatorium ITERA

  • Bagikan
Super Blood Moon yang terpantau dari Observatorium Astronomi Universitas Itera. foto Dok Itera

KIRKA.COSuper Blood Moon atau Gerhana Bulan Merah tergolong fenomena yang langka karena terjadi hanya 195 tahun sekali, namun hal tersebut terbantah karena dalam kurun waktu 18 tahun peristiwa tersebut terjadi sebanyak 2 kali.

Berdasarkan artikel yang tertulis dari berbagai sumber, peristiwa Super Blood Moon terjadi pada tahun 2003 tepatnya di tanggal 16 Mei. Hari ini pada Rabu 26 Mei, fenomena tersebut kembali terjadi.

Uniknya dalam fenomena kali ini, Gerhana Bulan Merah terjadi kembali bertepatan dengan Hari Raya Waisak yang mana pada tahun 2003 lalu peristiwa itu juga bertepatan denga Hari Raya umat Budha.

Dari pantauan KIRKA.CO di Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera, sejumlah mahasiswa dari jurusan Sains Atmosfer dan Keplanetan tampak melakukan pengamatan dengan menggunakan 3 Teleskop.

Selain itu, banyak masyarakat bersama keluarga yang rela datang untuk menyaksikan langsung Fenomena tersebut.

Namun sayang, puncak Super Blood Moon yang terjadi pada pukul 18.00 WIB tak terlihat lantaran tertutup awan.

Meski begitu hal tersebut tidak mengurangi rasa antusias masyarakat yang ingin menyaksikan langsung Fenomena Alam yang jarang terjadi.

Menurut Hendra Agus Prastyo selaku dosen Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera ada banyak faktor yang terjadi dalam pengamatan hari ini.

“Iya hari ini berdasarkan pengamatan fase full dari Super Blood Moon tidak tampak karena tertutup awan,” katanya.

Memang kendala yang dialami saat ini faktor cuaca, sebab posisi awan yang menutupi bulan dapat menghalangi terlihat secara penuh gerhana bulan itu.

  • Bagikan