KIRKA – RSUDAM Lampung menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan pemukulan oleh oknum satpam terhadap Lasmi, penjual air panas.
“Saya sekali lagi menyampaikan permohonan maaf khusus kepada semua pelanggan dan keluarga nenek Lasmi apabila merasa dianiaya atau teraniaya,” kata Direktur RSUDAM Lukman Pura, Rabu (08/09/2021).
Baca Juga : Mau Vaksin Di RSUD Abdul Moeloek Daftar Online
“Apa yang bengkok, diluruskan. Yang salah mohon dimaafkan karena ini tidak fatal. Sebaiknya kita duduk bersama,”kata dia.
“Satpam saya juga sudah melakukan tugas dengan benar. Secara prinsip soal kesehatan di RS. Saya lebih mahir dari nenek Lasmi. Beliau tidak diperkenankan dagang disini karena saya sayang sama beliau,” ujar dia.
Ia membantah terkait adanya dugaan proses pemukulan tersebut. Menurut dia, itu reaksi spontan yang cepat dan kemungkinan tersentuh wajah atau sebagainya.
“Kalau sampai terjadi pemukulan, kemudian besar rasa- rasanya enggaklah. Satuan pengaman saya sudah lama hidup di rumah sakit ini,”ucap dia.
Baca Juga : Alzier: RSUDAM harus Koordinasi dengan Aparat, Jangan Sok Hebat Gini, Prokes Lho!
“Jadi sudah tahu manner dan tata cara enggak seperti satpam pabrik,” ujar dia.
Ia menjelaskan bahwa mereka telah menjalankan peran dan fungsi agar pelayanan rumah sakit dari aspek pelayanan klinis baik.
Kemudian, dari aspek pendukungnya nyaman, aman dan tenteram, khususnya dimasa Pandemi ini.
“Saya diperintahkan bapak gubernur untuk menjaga pelayanan ini untuk tetap baik. Menghadirkan negara ditengah-tengah orang sakit,”ungkap dia.
Secara prinsip soal kesehatan di RS, ia menjelaskan soal alasan nenek Lasmi tidak diperkenankan dagang di lingkungan RSUDAM.
Karena dikhawatirkan bisa membawa infeksi ke perawat di RS pelat merah tersebut. Ia mencontohkan, dirinya memiliki perawat ahli jantung yang telah belajar selama 30 tahun yang bisa terkonfirmasi.
“Dikhawatirkan dia membawa infeksi ke perawat saya. Sementara perawat saya sudah 30 tahun belajar sebagai perawat jantung mati karena dibawa oleh penularan oleh model dan tipikal nenek ini,”ujar dia.
“RS ini kan kita close untuk tidak ada kunjungan. Jangankan dagang, kunjungan aja gak boleh. Biarkan kami merawat pasien yang memang infeksi berat ini berhadapan satu lawan satu,” ucap dia.
“Jadi nenek dan lainnya tidak saya perkenankan untuk dagang karena itu. Saya lebih tahu betapa infeksinya sakit ini dan berusaha memutus tali penularan,” jelas dia.
“Jadi mohonlah maklum patuhi aturan. Karena kami sayang dengan anda. Karena saya ini yang ahli dan mengerti soal pemutusan rantai penularan ini,” ucap dia.
Baca Juga : DRB: Nonaktifkan Oknum Satpam Pemukul Nenek Lasmi
“Soal mencari makan karena memang jaman Pandemi, silahkan cari dalam batas yang wajar dan aman untuk nyawa, bukan untuk kesehatan. Saya tugasnya mencegah kematian dan memelihara yang hidup,”ujar dia.
Ia berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara baik – baik.
“Saya akan menyampaikan permohonan maaf atas nama stab stab saya. Saya akan berjanji melakukan perbaikan, tapi coba proporsional dong,”ungkap dia.
“Didudukan permasalahan ini, untung tidak menyangkut masalah kematian dan sebagainya. Tapi saya bisa melihat itu suatu keteledoran, kelalaian dan proporsional juga saya menegurnya,”pungkas dia.






