Baca Juga : Koyu Angkat Bicara Soal Polemik Dengan Warga
Koyu disebutkan keberatan kepada pemilik truk yang hendak melintas. Alasannya, karena usia pengerjaan jalan yang dia klaim ia kerjakan, belum mencapai usia layak untuk dilintasi truk.
”Pak kalau memang tidak boleh lewat, ya dipasang portal aja. Saya tidak tahu kalau dia tersinggung atau tidak, dia ngomong ”kamu itu siapa, kok ngatur-ngatur saya?” dia bilang gitu,” tutur Santoso pemilik truk.
”Masyarakat kan memang nggak tahu siapa dia,” timpal Santoso lagi. ”Silahkan diportal saja. Mungkin dia karena merasa itu dia bosnya apa gimana mungkin merasa kok diatur orang,” tutur Santoso.
Masih berdasarkan reportase yang sama, Koyu menuturkan bahwa dirinya memang melarang truk tersebut melintas dengan memberi isyarat lewat kedua tangan yang disilangkan.
”Saya hanya begini,” sembari menyilangkan kedua tangannya sebagai isyarat untuk melarang truk melintasi jalan yang dia klaim ia kerjakan.
Baca Juga : Ramai Desakan Jemput Paksa Purwati Lee
”Beliau (Santoso) itu, marah. Kalau nggak boleh dilewati, pasang portal. Loh saya kan tanya dong, anda siapa? Dia tanya balik saya, kamu siapa? Saya pemborongnya di sini, saya bilang. Jadi itu aja pak, hanya debat kusir,” kata Koyu.
”Belum boleh pak (belum boleh dilintasi), baru 21 hari. Baru dibuka kemarin,” kata Koyu.
PJ Kepala Kampung Sulusuban, Ridwan Pasya mengatakan kejadian yang memicu perhatian warga tersebut hanyalah salah paham belaka.
”Besok akan dibuat portal, dan hanya motor aja yang bisa melintas,” katanya.






