Hak Anak Disabilitas Masih Terkendala Aksesibilitas di Hari Anak Nasional 2022

Hak Anak Disabilitas Masih Terkendala Aksesibilitas
Seorang pelajar BPK Penabur penyandang disabilitas melakukan perekaman e-KTP di Disdukcapil Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Foto: Josua Napitupulu

Komunitas anak disabilitas, Sahabat Difabel Lampung (Sadila), mendorong masyarakat untuk tidak berlaku diskriminatif terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

Untuk menggerakkan masyarakat yang inklusif, Sadila menggelar sejumlah program di ruang publik agar warga dapat berinteraksi dengan anak disabilitas.

“Seperti kegiatan fashion show di Studio Mini Transmart pada Agustus mendatang,” ujar Humas Sadila, Edo Van, di Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan memeringati Hari Anak Nasional 2022.

Sadila memberikan pendampingan dan pembinaan kepada anak-anak disabilitas secara mandiri seperti edukasi dan terapi.

“Juga ada semacam co-sharing di beberapa Sekolah Luar Biasa dan kita bantu biaya pendidikannya, serta mencarikan donatur atau orangtua asuh,” tutur Edo.

Menurut dia, masyarakat Lampung kini sudah mulai terbuka kepada anak disabilitas. Menjadi masyarakat yang menuju inklusif.

“Di lingkungan kantor kami di Jalan Untung Suropati, warga sekitar sudah mulai menghilangkan stereotip dan diskriminasi. Mereka berani berinteraksi dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki tingkah laku, cara berkomunikasi, dan mobilisasi yang beda,” kata dia.

Baca Juga : YKWS Dorong Regulasi Layanan Kesehatan Inklusi Disabilitas

Edo Van menyampaikan hal senada bahwa aksesibilitas masih menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan hak anak disabilitas pada peringatan Hari Anak Nasional 2022.

“Pemerintah sebenarnya sudah punya program yang baik. Tapi Sadila berusaha secara mandiri, tanpa bantuan pemerintah, menggerakkan masyarakat secara kekeluargaan, bergotong royong, membangun kesadaran dari bawah,” pungkas dia.