KIRKA – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sukseskan Pemilu 2024 lewat pemulihan ekonomi masyarakat.
Menurut Gubernur, pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, bukan keinginan pemimpin, akan membawa perubahan secara positif.
“Saya maksimal berjuang agar ekonomi kerakyatan kita meningkat. Ekonomi kita bagus, masyarakat akan dengar demokrasi dan politik,” kata Arinal Djunaidi.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri acara Bawaslu Provinsi Lampung di Golden Tulip, Bandar Lampung, pada Selasa, 4 Oktober 2022.
“Sepanjang ekonomi kita tidak bagus, salat pun tidak khusyuk, kecuali kalau tingkat keislamannya sudah (bagus),” ujar dia.
Peningkatan ekonomi kemasyarakatan, kata Gubernur, akan membawa perubahan pada masyarakat menjelang Pemilu 2024.
“Dan alhamdulilah ada perubahan masyarakat kita. Sehingga teori apapun bisa diterima oleh masyarakat,” kata Arinal Djunaidi.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lampung juga berjanji, tahun depan, secara maksimal mengenalkan teknologi informasi di pedesaan guna menunjang kinerja penyelenggara pemilu.
“Sehingga semua desa dan masyarakat, darimana pun unsurnya, sudah mampu mendapatkan informasi termasuk pemilihan,” pungkas dia.
Upaya Arinal Djunaidi menyukseskan Pemilu 2024 lewat pemulihan ekonomi ini disambut baik oleh Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P Panggar.
Pemilu sebagai pesta demokrasi, ujar Iskardo, seharusnya dihelat dengan sukaria.
“Pemilu menjadi wahana kita memperkuat persatuan, usai pesta gegap gempita, harus guyub lagi,” kata dia.
Kedewasaan berpolitik pada setiap strata masyarakat, lanjut Iskardo, akan membawa keguyuban.
Dia menilai ikhtiar Arinal Djunaidi sukseskan Pemilu 2024 lewat pemulihan ekonomi, secara khusus, juga meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat.
“Kesuksesan kita bukan dari banyaknya pelanggaran yang kita temukan, tetapi banyaknya pelaku politik dan pemilih yang sadar untuk tidak melanggar aturan,” jelas dia.
Bawaslu Lampung berharap melalui kegiatan Pengembangan Pendidikan Pengawasan Pemilu Partisipatif Tahun 2022 di Provinsi Lampung, bisa menguatkan peran masyarakat dalam pengawasan.
“Kita ingin membumikan pengawasan pemilu di Provinsi Lampung,” tutup Iskardo P Panggar.
Acara yang berlangsung pada 4-7 Oktober 2022 tersebut diikuti sekitar 27 lembaga dari organisasi kemasyarakatan dan organisasi kampus.
Baca Juga: Bawaslu Lampung dan 22 Lembaga Teken MoU Pengawasan Partisipatif






